Jakarta (tutur.co.id)- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital ekosistem haji dan umrah melalui partisipasi pada International Islamic Expo (IIE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Dalam ajang yang dibuka Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, BPKH melalui anak usahanya, BPKH Limited, meluncurkan program “Go SAHL” bersama SAHL Group sebagai langkah mempercepat digitalisasi layanan haji dan umrah.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, mengatakan IIE 2026 menjadi wadah strategis bagi pelaku industri nasional maupun internasional untuk membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Menurutnya, keterlibatan BPKH Limited sebagai peserta pameran sekaligus pelaku industri membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi jemaah serta meningkatkan nilai manfaat pengelolaan dana haji.
Fadlul menambahkan, keikutsertaan BPKH Limited juga dimanfaatkan untuk mengeksplorasi berbagai peluang bisnis dan investasi yang relevan dengan peningkatan layanan haji dan umrah. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan investasi yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi setoran awal calon jemaah haji Indonesia.
Dalam sesi talkshow yang dimoderatori BPKH Limited, Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Penghimpunan, Transformasi, dan Teknologi Informasi, Harry Alexander, menegaskan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama BPKH dalam membangun ekosistem haji dan umrah yang modern, terintegrasi, dan mudah diakses. Melalui kerja sama BPKH, BPKH Limited, dan SAHL Group, digitalisasi tidak hanya dilakukan di internal perusahaan, tetapi juga diperluas ke seluruh rantai layanan haji dan umrah.
Harry menjelaskan, BPKH Limited telah menggandeng 32 bank dan penyedia jasa pembayaran (PJP) untuk menghadirkan proses registrasi yang lebih seamless serta sistem pembayaran digital. Ke depan, BPKH juga akan mengembangkan Digital Online Travel Agencies (OTA) guna memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan jemaah.
Melalui partisipasi dalam International Islamic Expo 2026, BPKH menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi, membuka peluang investasi, serta menghadirkan inovasi layanan berbasis digital. Upaya tersebut sejalan dengan misi BPKH dalam mengelola keuangan haji secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk menghasilkan nilai manfaat optimal bagi jemaah serta mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang semakin berkualitas.

