Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hanya menyisakan 300 saja dari sebelumnya yang mencapai 1.046 perusahaan. Untuk mewujudkan targetnya itu, Presiden Prabowo memandang perlunya penguatan riset dan inovasi serta transformasi agar lebih efisien.
“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah,” kata Presiden Prabowo di acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu 28 Juni 2026.
Presiden Prabowo menilai penyederhanaan dan efisiensi tersebut diperlukan agar anggaran negara dapat digunakan secara lebih produktif untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah, kata Presiden Prabowo, ingin memastikan BUMN benar-benar menjadi instrumen pembangunan nasional.
“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa? Gajinya kayak apa? Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” tegas Presiden.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menargetkan proses pembenahan BUMN dapat segera diselesaikan sehingga perusahaan negara mampu bekerja lebih profesional dan transparan.
“Kita mau sekarang rasional, efisien. Dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan, saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam 2 tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyambut baik berbagai usulan terkait penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dengan institusi dalam dan luar negeri untuk mendukung pengembangan industri, riset, dan inovasi nasional.
“Kemudian usul-usul lain tentang kerja sama dengan institusi luar negeri yang melibatkan kampus-kampus universitas di semua bidang dan di semua daerah saya kira ini benar. Nanti kita akan ke arah situ semua,” pungkas Presiden.
Penutupan KSTI 2026 ini menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk membangun ekosistem riset dan industri nasional yang kuat, didukung oleh BUMN yang sehat dan efisien, serta kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global.

