Jeddah (Tutur.co.id) – Formula 1 resmi membatalkan dua seri balapan di Timur Tengah, yakni Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah terkait perang yang melibatkan Iran.
Pihak Formula 1 bersama badan pengatur olahraga otomotif dunia, FIA, menyatakan keselamatan pembalap, tim, dan seluruh personel menjadi alasan utama pembatalan tersebut. Situasi keamanan regional dinilai tidak memungkinkan untuk menggelar balapan internasional dalam waktu dekat.
Grand Prix Bahrain semula dijadwalkan berlangsung pada 12 April 2026 di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir, sementara Grand Prix Arab Saudi dijadwalkan digelar 19 April 2026 di Sirkuit Jeddah Corniche. Kedua balapan itu seharusnya menjadi seri keempat dan kelima dalam kalender Formula 1 musim 2026.
Konflik regional meningkat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone Iran ke sejumlah negara Teluk, termasuk Bahrain dan Arab Saudi. Situasi ini memicu kekhawatiran keamanan bagi kegiatan internasional di kawasan tersebut.
Formula 1 menyatakan berbagai opsi sempat dipertimbangkan, termasuk kemungkinan penggantian lokasi balapan. Namun akhirnya diputuskan bahwa tidak ada balapan pengganti pada bulan April, sehingga kalender musim 2026 akan memiliki jeda beberapa minggu tanpa balapan.
Dengan pembatalan tersebut, jumlah seri Formula 1 musim ini berkurang menjadi 22 balapan. Penyelenggara menyatakan mereka berharap dapat kembali menggelar balapan di Bahrain dan Arab Saudi apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali stabil.

