Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (26/6/2026) di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menanti rilis data inflasi Amerika Serikat. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan indeks bergerak dalam kisaran 5.860-6.130 dan merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati, yakni HMSP, JSMR, dan GULA.
Dalam riset hariannya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan perhatian investor akan tertuju pada rilis Core Personal Consumption Expenditures (Core PCE) Price Index Amerika Serikat yang diperkirakan meningkat 0,3% secara bulanan (month to month/MoM) dan 3,4% secara tahunan (year on year/YoY). Jika terealisasi, inflasi inti tersebut akan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2023.
“Data tersebut memperkuat ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), sehingga berpotensi membatasi penguatan rupiah dan meningkatkan volatilitas pasar,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan level support di 5.860 dan resistance di 6.130. Penembusan di atas level resistance dinilai membuka ruang penguatan lanjutan, sedangkan penurunan di bawah level support berpotensi memicu kembali tekanan jual.
Sentimen eksternal lainnya berasal dari pergerakan bursa saham Amerika Serikat. Pada perdagangan terakhir, indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 0,14%, sementara S&P 500 terkoreksi 0,009% dan Nasdaq melemah 0,46%.
Untuk strategi perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan akumulasi beli saham HMSP dengan target harga Rp690-Rp710, JSMR pada kisaran Rp3.210-Rp3.290, serta GULA dengan target Rp665-Rp710.
Pada perdagangan Kamis (25/6/2026), IHSG melonjak 115,16 poin atau 1,96% ke level 5.999,04. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp299 miliar.
Aksi jual asing terbesar tercatat pada saham BMRI sebesar Rp224,17 miliar, disusul BBRI Rp93,23 miliar dan KLBF Rp77,31 miliar.
Penguatan IHSG ditopang kenaikan hampir seluruh sektor, terutama sektor material dasar, industri, konsumer primer, dan konsumer nonprimer yang masing-masing menguat lebih dari 2%. Sementara itu, sektor kesehatan dan infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan lebih dari 3%.
Di jajaran saham, RBMS menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi setelah melesat 33,96% ke Rp71. Penguatan juga terjadi pada YUPI yang naik 24,81% menjadi Rp1.635, KONI melonjak 24,79% ke Rp3.020, FUTR menguat 22,38% menjadi Rp175, ZONE naik 21,78% ke Rp615, serta RGAS bertambah 17,92% ke level Rp204.

