Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Pakai APBN, Purbaya Gelontorkan Rp1,96 Triliun ke Tiga Lembaga Keuangan Internasional
  • Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Tidak Ditahan KPK Meski Setahun Jadi Tersangka
  • Kualitas Udara Jakarta Hari Ini: Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat
  • Here We Go: Elliot Anderson Gabung Manchester City
  • Belanda Juara Grup F, Jepang dan Swedia Ikut Lolos Babak 32 Besar
  • Perkuat Ketahanan Energi: Crude Oil dari Aljazair Tiba di Indonesia
  • Prof Suzie: Jangan Anggap Donald Trump Kalah di Iran
  • Pantai Gading Cetak Sejarah! Kalahkan Curacao 2-0 dan Lolos ke Babak 32 Besar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»DEN: Subsidi BBM Tepat Sasaran Bisa Hemat Anggaran hingga Rp200 Triliun

DEN: Subsidi BBM Tepat Sasaran Bisa Hemat Anggaran hingga Rp200 Triliun

Energi & Tambang Gusti Tetiro26 Juni 2026 / 08:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kondisi SPBU di Jakarta (Foto: Tutur/Adi Prast)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Dewan Energi Nasional (DEN) memperkirakan pemerintah berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp200 triliun apabila subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan program kompensasi energi benar-benar disalurkan kepada kelompok yang berhak. Dana tersebut dinilai dapat dialihkan untuk memperkuat perlindungan sosial maupun membiayai berbagai program pembangunan.

Anggota DEN M. Fadhil Hasan mengatakan salah satu persoalan terbesar dalam skema subsidi energi saat ini adalah masih tingginya inclusion error, yakni kondisi ketika kelompok masyarakat yang tidak berhak justru menikmati manfaat subsidi lebih besar dibandingkan masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama.

“Nantinya dana tersebut bisa digunakan untuk perlindungan sosial, kemudian juga program-program lainnya,” kata Fadhil, seperti dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026).

Menurut Fadhil, sejumlah kajian menunjukkan distribusi manfaat subsidi energi masih jauh dari ideal. Kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi justru menjadi penerima manfaat terbesar dari subsidi dan kompensasi energi yang diberikan pemerintah.

Berdasarkan laporan terakhir yang menjadi rujukannya, 10% kelompok masyarakat terkaya menikmati subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp2,5 juta per kapita per tahun. Sebaliknya, 10% kelompok masyarakat termiskin hanya menerima manfaat sekitar Rp50.000 per kapita per tahun.

“Tapi 10% yang termiskin itu hanya mendapatkan manfaat sebesar Rp50 ribu per kapita per tahunnya dari subsidi yang sekarang ini dan kompensasi yang sedang dijalankan,” ujarnya.

Fadhil menambahkan, sekitar 20% kelompok masyarakat terkaya bahkan menikmati lebih dari separuh total manfaat subsidi dan kompensasi energi. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan tujuan awal kebijakan subsidi yang seharusnya melindungi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dan itu merupakan ketidakadilan. Subsidi yang tadinya dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang tidak mampu atau miskin justru lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat kaya,” katanya.

Baca Juga  Harga Batu Bara Melonjak Lebih dari 8%, Gangguan LNG Qatar Picu Peralihan Energi

Atas dasar itu, DEN memperkirakan pemerintah dapat menghemat anggaran sekitar Rp170 triliun hingga Rp200 triliun apabila inclusion error dalam penyaluran subsidi dan kompensasi energi dapat dihilangkan atau setidaknya ditekan secara signifikan.

“Kalau kita bisa menghilangkan inclusion error yang ada dalam subsidi dan kompensasi, kita bisa menghemat menurut perkiraan kami sekitar Rp170 triliun sampai Rp200 triliun,” ujar Fadhil.

Menurut dia, reformasi subsidi energi perlu segera dipercepat melalui penyempurnaan basis data sosial ekonomi agar penyaluran bantuan lebih akurat dan tepat sasaran.

Salah satu skema yang dapat diterapkan adalah subsidi tertutup yang terintegrasi dengan data sosial ekonomi nasional terbaru. Dengan mekanisme tersebut, manfaat subsidi diharapkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Saya kira kita harus melakukan skema subsidi yang bersifat tertutup atau diintegrasikan dengan data sosial ekonomi yang terbaru,” kata Fadhil.

anggaran negara Dewan Energi Nasional headline Inclusion error subsidi BBM
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Diproyeksi Bergerak Sideways, BRI Danareksa Rekomendasikan Saham HMSP, JSMR, dan GULA
Next Article Kasus Pemerasan Imipas, KPK Sisir Kantong-kantong WNA

Berita Lainnya

Pakai APBN, Purbaya Gelontorkan Rp1,96 Triliun ke Tiga Lembaga Keuangan Internasional

26 Juni 2026 / 10:33 WIB

Kualitas Udara Jakarta Hari Ini: Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

26 Juni 2026 / 10:16 WIB

Perkuat Ketahanan Energi: Crude Oil dari Aljazair Tiba di Indonesia

26 Juni 2026 / 09:44 WIB

Prof Suzie: Jangan Anggap Donald Trump Kalah di Iran

26 Juni 2026 / 09:28 WIB

Bahlil Evaluasi PLN Usai Pemadaman Listrik, Temukan Masalah Kualitas Batu Bara

26 Juni 2026 / 09:08 WIB

Norwegia vs Prancis: Hanya Satu yang Berhak Jadi Raja Grup

26 Juni 2026 / 09:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Airlangga: Ekonomi RI Januari-Maret 2026 Bisa Tembus 5,5%

Gusti Tetiro23 April 2026 / 15:04 WIB

Pakai APBN, Purbaya Gelontorkan Rp1,96 Triliun ke Tiga Lembaga Keuangan Internasional

26 Juni 2026 / 10:33 WIB

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Tidak Ditahan KPK Meski Setahun Jadi Tersangka

26 Juni 2026 / 10:24 WIB

Kualitas Udara Jakarta Hari Ini: Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

26 Juni 2026 / 10:16 WIB

Here We Go: Elliot Anderson Gabung Manchester City

26 Juni 2026 / 10:00 WIB

Belanda Juara Grup F, Jepang dan Swedia Ikut Lolos Babak 32 Besar

26 Juni 2026 / 09:45 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.