Jakarta (tutur.co.id) — Wärtsilä Energy mencatat sejarah baru dalam transisi energi global dengan berhasil mengoperasikan mesin berbahan bakar hidrogen 100 persen yang memasok listrik langsung ke jaringan nasional Spanyol. Demonstrasi yang dilakukan di laboratorium Bermeo, Spanyol utara, tersebut menjadi yang pertama di dunia untuk mesin hidrogen skala besar yang beroperasi menggunakan hidrogen murni.
Keberhasilan ini menandai langkah penting dalam pengembangan teknologi pembangkit listrik berbasis hidrogen. Jika sebelumnya berbagai teknologi masih berada pada tahap kesiapan penggunaan hidrogen, kini Wärtsilä membuktikan bahwa pembangkit listrik berbasis mesin dapat beroperasi sepenuhnya dengan hidrogen dalam kondisi jaringan listrik nyata.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi upaya global mempercepat penggunaan energi terbarukan. Seiring meningkatnya kapasitas energi angin dan surya di berbagai negara, kebutuhan terhadap teknologi yang mampu menjaga kestabilan pasokan listrik saat produksi energi terbarukan menurun menjadi semakin krusial.
Hidrogen hijau dinilai sebagai salah satu solusi utama karena tidak menghasilkan emisi karbon dalam proses pembakaran. Selain berfungsi sebagai bahan bakar bersih untuk pembangkit listrik, hidrogen juga dapat digunakan sebagai media penyimpanan energi dari sumber terbarukan yang berlebih untuk kemudian digunakan saat pasokan listrik dari angin dan matahari berkurang.
Mesin Wärtsilä 31H2 yang digunakan dalam uji coba tersebut merupakan bagian dari platform Wärtsilä 31, yang dikenal sebagai salah satu mesin empat langkah multi-bahan bakar paling efisien di dunia. Saat ini, Wärtsilä 31H2 tercatat sebagai mesin hidrogen murni terbesar di dunia dengan proses verifikasi performa yang masih berlangsung di fasilitas Bermeo.
Direktur Strategi Teknologi dan Dekarbonisasi Wärtsilä, Rasmus Teir, mengatakan keberhasilan pengoperasian mesin tersebut menunjukkan bahwa teknologi hidrogen telah siap diterapkan untuk mendukung sistem energi masa depan yang didominasi sumber energi terbarukan.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam transisi energi adalah menjaga keandalan pasokan listrik saat produksi energi angin dan surya mengalami penurunan atau ketika permintaan listrik melonjak. Dengan kemampuan beroperasi menggunakan hidrogen murni, mesin Wärtsilä mampu menyediakan daya yang fleksibel dan dapat diandalkan untuk menopang jaringan listrik.
“Kami telah membuktikan bahwa teknologi ini siap. Fokus berikutnya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung percepatan implementasi melalui regulasi yang jelas, kepastian investasi, dan pembangunan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan hidrogen,” ujar Teir.
Selain untuk sistem kelistrikan nasional, pembangkit berbasis mesin Wärtsilä 31 juga dirancang untuk mendukung sektor-sektor dengan kebutuhan energi tinggi seperti pusat data kecerdasan buatan (AI), fasilitas manufaktur, kawasan industri, hingga lokasi terpencil yang belum terhubung dengan jaringan listrik utama.
Spanyol dipilih sebagai lokasi pengujian karena menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan energi terbarukan. Komitmen negara tersebut dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menjadikannya lokasi ideal untuk menguji teknologi hidrogen dalam skala besar.
Keberhasilan pengembangan teknologi hidrogen Wärtsilä juga telah terlihat di Indonesia. Pada November 2025, Wärtsilä bersama PLN Indonesia Power berhasil melakukan uji coba pencampuran hidrogen pada mesin Wärtsilä 50DF di Pembangkit Listrik Pesanggaran, Bali.
Dalam pengujian tersebut, campuran hidrogen mencapai 23 persen pada beban parsial dan menunjukkan peningkatan efisiensi pembakaran serta penurunan emisi karbon dibandingkan penggunaan gas alam murni.
Direktur Bisnis Energi Wärtsilä untuk kawasan Australasia, Kari Punnonen, mengatakan keberhasilan proyek di Spanyol dan Indonesia menunjukkan fleksibilitas teknologi mesin Wärtsilä dalam mendukung berbagai jenis bahan bakar rendah karbon.
Menurutnya, melalui kolaborasi bersama pelanggan dan mitra di Indonesia, Wärtsilä terus mengeksplorasi peluang pemanfaatan hidrogen untuk mendukung target transisi energi bersih nasional.
Keberhasilan pengujian mesin hidrogen murni di Spanyol menjadi sinyal bahwa teknologi hidrogen mulai bergerak dari tahap pengembangan menuju implementasi nyata. Dengan meningkatnya kebutuhan akan sumber energi bersih yang andal, hidrogen diperkirakan akan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas sistem energi global di masa depan.

