Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • HUT Jakarta ke-499, Pramono: Momentum Berada di Gerbang Menuju Babak Baru
  • Catatan Sejarah Mengiringi Kemenangan Mesir Atas Selandia Baru
  • Alarm Bahaya Belgia! 69 Tembakan Tanpa Gol dan Fakta Lain Imbang Lawan Iran
  • PMII Serukan Aksi Demo Nasional Maraton, Desak 5 Tuntutan untuk Pemerintah
  • Hilirisasi Perkebunan Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah, Indef Minta Perhatikan Aspek Sosial dan Lingkungan
  • Tanjung Verde Tahan Uruguay dan Perpanjang Mimpi Indahnya
  • Aksi Demo Nasional PMII Tuntut Reset BGN hingga Bubarkan KDMP Mulai Hari Ini
  • 10 Fakta di Balik Kemenangan 4-0 Spanyol atas Arab Saudi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Hilirisasi Perkebunan Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah, Indef Minta Perhatikan Aspek Sosial dan Lingkungan

Hilirisasi Perkebunan Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah, Indef Minta Perhatikan Aspek Sosial dan Lingkungan

Makro Gusti Tetiro22 Juni 2026 / 10:33 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. (ANTARA/HO-INDEF)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menilai hilirisasi industri menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan Indonesia sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di pasar domestik maupun global.

Menurut Esther, berbagai komoditas perkebunan seperti kopi dan kakao memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk antara (intermediate product) maupun produk akhir (final product) yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah.

“Hilirisasi komoditas kopi, cokelat dan lainnya dapat menghasilkan produk intermediate maupun produk final sehingga memiliki harga jual yang lebih tinggi di pasar,” ujar Esther, seperti dilansir Antara, di Jakarta, Senin.

Ia menyatakan konsep hilirisasi sangat relevan untuk diterapkan pada sektor perkebunan karena dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas peluang pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.

Namun demikian, Esther mengingatkan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak boleh hanya diukur dari peningkatan nilai ekonomi semata. Menurutnya, strategi tersebut juga harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan hilirisasi perlu dibangun di atas tiga pilar utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain meningkatkan harga jual produk, hilirisasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, membantu pengentasan kemiskinan, serta meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Artinya hilirisasi industri tidak hanya concern pada nilai tambah dan harga produk yang lebih mahal tetapi juga harus memberikan manfaat bagi lingkungan sosial, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan lain-lain,” katanya.

Esther juga menilai penguatan pasar domestik perlu menjadi prioritas dalam strategi hilirisasi nasional. Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984 sebagai pelajaran penting dalam membangun ketahanan sektor pangan dan komoditas nasional.

Baca Juga  Menkeu Purbaya Nilai Mundurnya Dirut BEI Bentuk Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG

Menurutnya, pasar domestik yang kuat akan memberikan ruang bagi industri untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki kualitas produk, dan memperkuat daya saing sebelum melakukan ekspansi yang lebih luas ke pasar internasional.

Meski memiliki keunggulan sebagai produsen berbagai komoditas perkebunan, Esther menilai kualitas sejumlah produk hilir Indonesia masih perlu ditingkatkan. Ia mencontohkan industri cokelat nasional yang masih menghadapi tantangan untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang mampu bersaing dengan cokelat premium dari Swiss maupun Belgia.

Untuk mendukung keberhasilan hilirisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pertanian, Esther mengusulkan empat pilar utama pembangunan pangan dan pertanian berkelanjutan.

Keempat pilar tersebut meliputi penciptaan lingkungan yang mendukung, pengembangan karakteristik pasar yang menguntungkan, optimalisasi sistem produksi, serta penciptaan sumber mata pencaharian alternatif bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa lingkungan yang mendukung mencakup kebijakan, regulasi, layanan, kelembagaan, dan infrastruktur yang mampu menciptakan prasyarat bagi produksi pangan berkelanjutan serta peningkatan kinerja ekonomi.

Selain itu, petani kecil dinilai membutuhkan akses yang lebih luas terhadap pelatihan, pendampingan teknis, pembiayaan, teknologi, serta informasi pasar guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi.

Karena itu, Esther mendorong pemerintah mengambil peran lebih besar dalam menyediakan benih unggul, pupuk berkualitas, teknologi pertanian modern, serta layanan penyuluhan yang memadai untuk memperkuat daya saing komoditas nasional.

Esther Sri Astuti Hilirisasi Industri Komoditas Perkebunan Nilai Tambah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTanjung Verde Tahan Uruguay dan Perpanjang Mimpi Indahnya
Next Article PMII Serukan Aksi Demo Nasional Maraton, Desak 5 Tuntutan untuk Pemerintah

Berita Lainnya

Pidato di Nankai University, Menkeu Purbaya Pamer Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang

20 Juni 2026 / 23:40 WIB

Pekan Depan, Pemerintah Umumkan Stimulus Ekonomi, Ada Diskon Transportasi dan Insentif Pajak

20 Juni 2026 / 10:10 WIB

Beda Pandangan dengan Wijayanto Samirin, Ekonom Ini Nilai Fundamental RI Tetap Kuat

20 Juni 2026 / 08:08 WIB

Menkeu Purbaya Kantongi Komitmen AIIB US$17 Miliar, Perkuat Sentimen Fiskal dan Pembiayaan Infrastruktur RI

18 Juni 2026 / 08:10 WIB

Kinerja Bea Cukai: Total 11.542 Penindakan Senilai Rp7,71 Triliun

15 Juni 2026 / 17:18 WIB

Langkah Kemenkeu Jaga Stabilitas Fiskal dan Dukung Prioritas Nasional

15 Juni 2026 / 13:49 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Hari ke-15 Basarnas Gelar Operasi Pendampingan Tanah Longsor Bandung Barat

Toto Pribadi07 Februari 2026 / 20:49 WIB

HUT Jakarta ke-499, Pramono: Momentum Berada di Gerbang Menuju Babak Baru

22 Juni 2026 / 11:19 WIB

Catatan Sejarah Mengiringi Kemenangan Mesir Atas Selandia Baru

22 Juni 2026 / 11:15 WIB

Alarm Bahaya Belgia! 69 Tembakan Tanpa Gol dan Fakta Lain Imbang Lawan Iran

22 Juni 2026 / 11:00 WIB

PMII Serukan Aksi Demo Nasional Maraton, Desak 5 Tuntutan untuk Pemerintah

22 Juni 2026 / 10:38 WIB

Hilirisasi Perkebunan Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah, Indef Minta Perhatikan Aspek Sosial dan Lingkungan

22 Juni 2026 / 10:33 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.