Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Ekonomi Hijau»Donald Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Donald Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Ekonomi Hijau Gusti Tetiro22 Maret 2026 / 12:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pada 19 Februari 2026, Presiden Donald Trump menyampaikan pidato tentang perekonomian di Coosa Steel Corporation di Rome, Georgia, dengan menyoroti kebijakan tarif, inflasi, serta rekam jejak ekonomi pemerintahannya. (Foto:Tutur/Whitehouse.gov)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menaikkan tensi geopolitik global dengan melontarkan ultimatum keras kepada Iran. Trump mengancam akan melancarkan serangan militer, termasuk menghancurkan pembangkit listrik utama Iran, jika negara tersebut tidak segera membuka kembali Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Trump memberi batas waktu 48 jam bagi Iran untuk memastikan jalur strategis tersebut kembali aman dilalui kapal komersial tanpa ancaman.

“Jika Iran tidak membuka Selat Hormuz, kami akan menghancurkan pembangkit listrik mereka,” ujar Trump, seperti diwartakan Reuters.

Ancaman ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam posisi yang semakin rawan. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global, dengan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia melintas di kawasan tersebut. Gangguan sekecil apa pun di jalur ini dapat langsung memicu lonjakan harga energi dan mengguncang stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. Pemerintah Teheran memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan aksi militer. Target yang dibidik mencakup infrastruktur milik AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Ketegangan ini merupakan lanjutan dari rangkaian eskalasi konflik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk serangan rudal Iran ke fasilitas energi di kawasan Teluk serta aksi balasan terhadap target di wilayah Iran.

Menariknya, pernyataan keras Trump ini muncul di tengah sinyal sebelumnya yang mengindikasikan keinginan untuk meredakan konflik. Namun, perkembangan terbaru justru menunjukkan arah sebaliknya—konflik yang semakin tidak stabil dan berpotensi meluas.

Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya akan dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga merembet ke pasar energi global, nilai tukar, hingga pertumbuhan ekonomi dunia yang saat ini sudah berada dalam tekanan.

Baca Juga  Zelensky Kesal Gara-gara Perang Iran Dunia Melupakan Ukraina
Donald Trump Iran harga energi global headline konflik Timur Tengah selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDriver Ojol Bangga Lebaran di Istana, Pulang Bawa Sembako dari Presiden
Next Article Ide Outfit Perempuan Multifungsi: Nyaman Jalan-Jalan, Tetap Rapi untuk Silaturahmi

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026

18 Juli 2026 / 18:36 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pasar Tunggu Pidato Prabowo soal Arah Kebijakan Ekonomi, IHSG Diproyeksi Fluktuatif

Gusti Tetiro20 Mei 2026 / 03:28 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.