Jakarta (tutur.co.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung sebagai mahkota pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru diduga menjadi bancakan korupsi berjamaah.
Jurnalis Senior Tutur Media Digital Don Bosco Selamun menilai mata rantai korupsi diduga melibatkan politisi hingga pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ikut menikmati hasil sunatan anggaran.
“Jadi coba bayangkan mata rantai itu, berapa banyak orang di situ yang bisa mengutip-ngutip itu. Dan ini kan seperti secara sistematis menjadikan uang MBG yang begitu besar jadi bancakan. Ini seperti ada semacam korupsi yang sangat sistematis atas nama program,” kata Don Bosco Selamun dalam program Tutur PoV, Sabtu 20 Juni 2026.
Baca juga: Alasan KPK Tidak Menangani Kasus Korupsi MBG
Ia menggambarkan praktik korupsi terjadi secara berjenjang dari level atas yang memiliki kekuasaan hingga bawahan sebagai pelaksana. Sehingga dalam praktiknya, anggaran mengalir ke bawah terus mengerucut.
Politisi yang memiliki kekuasaan mendapatkan jatah titik-titik SPPG, lalu kemudian memberikannya kepada orang lain setelah melalui pemangkasan anggaran.
“Lalu orang di bawahnya potong sekian. Yang sampai ke anak-anak atau sasarannya itu tinggal Rp10 ribu, ada yang Rp6 ribu,” ujarnya.
Don Bosco menyebut korupsi ini tragis karena terjadi di balik program kemanusiaan. Ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan mencari keuntungan, sehingga sangat merugikan anak-anak sebagai penerima manfaat.
“Ini korupsi berkedok kemanusiaan. Untuk kepentingan kemanusiaan, tetapi orang mengambil uangnya dari situ,” ucapnya.
Mengkritisi pelaksanaan MBG yang dinilai lalai pengawasan, Jurnalis senior itu mempertanyakan kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Seharusnya bisa mengawal penggunaan anggaran sehingga pelaksanaan program mulia memberikan makan bergizi kepada seluruh anak-anak di Indonesia bisa terealisasi tanpa tersandung masalah korupsi.
“Penyimpangan itu mungkin bisa dilihat dengan mudah di depan mata. Lalu kemudian kita tahu bagaimana, kita belum pernah dengar BPK punya audit seperti apa tentang dana MBG ini,” cetusnya.
Baca juga: Terungkap! Nanik S Deyang Urutan No 1 dalam Daftar 41 Nama Skandal Korupsi MBG
Tak hanya itu, kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga turut dipertanyakan. Ia menduga ada konflik kepentingan dengan partainya sendiri sehingga sengaja lalai mengkritisi program yang belakangan terbongkarnya praktik korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kita lihat semua DPR juga diam, kita baru tahu kenapa diam kan. Karena partainya juga ikutan,” pungkasnya.

