Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • RUPS Setujui Buyback Rp3,5 Triliun, GoTo Pertahankan Susunan Direksi dan Komisaris
  • Tawa Fuad saat Disinggung Maktour Untung Rp27,8 M di Kasus Kuota Haji
  • Swiss vs Bosnia: Berebut Tiga Poin Krusial di Los Angeles
  • Cerita Kivlan Zein, Djamari Chaniago Telepon Minta Jangan Ada Korban di Hotel Sultan
  • Harga Pertamax Series Mengacu Mekanisme Pasar, Pertamina Pastikan BBM Subsidi Tetap
  • Video: Uji Materi MBG di MK, Iman Zanatul Haeri Menahan Tangis Saat Bicara Anggaran Pendidikan
  • Kawal Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen Terluka saat Ricuh
  • Goldman Sachs: Arus Minyak Selat Hormuz Diperkirakan Hanya Pulih 70%, Negara Teluk Beralih ke Jalur Alternatif
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Goldman Sachs: Arus Minyak Selat Hormuz Diperkirakan Hanya Pulih 70%, Negara Teluk Beralih ke Jalur Alternatif

Goldman Sachs: Arus Minyak Selat Hormuz Diperkirakan Hanya Pulih 70%, Negara Teluk Beralih ke Jalur Alternatif

Finance Gusti Tetiro18 Juni 2026 / 15:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sejak Iran diserang AS-Israel 28 Februari 2026, Selat Hormuz tertutup dan menyebabkan krisis energi khususnya minyak/bbm. Ilustrasi Suasana Selat Hormuz (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan tidak akan kembali sepenuhnya ke tingkat normal seperti sebelum pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran. Goldman Sachs memperkirakan volume pengiriman minyak melalui jalur strategis tersebut hanya akan pulih sekitar 70% dari kapasitas pra-konflik karena negara-negara produsen Teluk mulai mengandalkan rute ekspor alternatif.

Dalam riset tertanggal 17 Juni 2026 yang dikutip Bloomberg, analis Goldman Sachs yang dipimpin Yulia Zhestkova Grigsby menyebut normalisasi ekspor minyak dari kawasan Teluk masih membutuhkan peningkatan signifikan arus pengiriman melalui Selat Hormuz.

“Normalisasi ekspor minyak dari Teluk ke level pra-perang mungkin membutuhkan peningkatan arus di Hormuz sebesar 13 juta barel per hari dari level saat ini,” tulis para analis Goldman Sachs.

Menurut proyeksi tersebut, peningkatan volume pengiriman diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga akhir Juli 2026, sementara produksi minyak negara-negara Teluk baru diperkirakan pulih sepenuhnya pada Oktober 2026.

Sebelum konflik pecah, Selat Hormuz menjadi jalur distribusi energi paling penting di dunia dengan kapasitas pengiriman sekitar 20 juta barel minyak dan produk turunannya per hari. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab tersebut menjadi pintu utama ekspor minyak dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan sejumlah negara produsen lainnya menuju pasar Asia, Eropa, serta Amerika.

Namun selama perang berlangsung, arus pengiriman minyak melalui Hormuz sempat terhenti akibat blokade yang dilakukan kedua pihak. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Meski kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran membuka peluang beroperasinya kembali Selat Hormuz, negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk tampaknya tidak ingin kembali bergantung penuh pada jalur tersebut.

Baca Juga  Jose Mourinho Dikabarkan Kembali ke Real Madrid, Minta 6 Pemain Baru untuk Revolusi Skuad

Arab Saudi misalnya, terus meningkatkan pemanfaatan jaringan pipa yang menghubungkan ladang minyaknya ke terminal ekspor di Laut Merah. Sementara UEA mengandalkan pipa minyak menuju Pelabuhan Fujairah yang berada di luar Selat Hormuz. Irak juga memperbesar penggunaan jalur ekspor melalui Pelabuhan Ceyhan di Turki.

Saat ini, arus minyak yang melintasi Selat Hormuz diperkirakan baru mencapai sekitar 1,3 juta barel per hari. Sebagian besar ekspor energi dari kawasan Teluk justru dialihkan melalui pelabuhan alternatif seperti Yanbu di Laut Merah, Fujairah di UEA, dan Ceyhan di Turki.

Pemerintah UEA bahkan secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz melalui pengembangan sejumlah pelabuhan strategis di pesisir Teluk Oman.

“Kami bergerak menuju kondisi nol ketergantungan pada Hormuz, terlepas dari apakah selat itu terbuka atau tidak,” ujar Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Thani Al Zeyoudi.

Langkah serupa juga tengah dijajaki Kuwait melalui pembahasan kerja sama dengan Arab Saudi dan UEA untuk memperluas jaringan pipa ekspor minyak ke luar kawasan Selat Hormuz.

Goldman Sachs menilai kendala utama pemulihan arus pengiriman minyak saat ini bukan berasal dari ketersediaan armada kapal tanker, melainkan masih adanya kekhawatiran sejumlah operator kapal terhadap risiko keamanan setelah kawasan tersebut sempat menjadi zona konflik.

Perubahan pola distribusi energi ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik telah mendorong negara-negara produsen minyak Teluk mempercepat diversifikasi jalur ekspor. Strategi tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global di masa mendatang sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok minyak dunia terhadap gejolak geopolitik.

ekspor minyak Teluk. Goldman Sachs harga minyak headline selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleOptimalisasi Aset Hotel Sultan, PPK-GBK Janjikan Manfaat Ganda untuk Masyarakat
Next Article Kawal Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen Terluka saat Ricuh

Berita Lainnya

RUPS Setujui Buyback Rp3,5 Triliun, GoTo Pertahankan Susunan Direksi dan Komisaris

18 Juni 2026 / 18:35 WIB

Cerita Kivlan Zein, Djamari Chaniago Telepon Minta Jangan Ada Korban di Hotel Sultan

18 Juni 2026 / 16:43 WIB

Jeffrey Hendrik Terpilih Jadi Direktur Utama BEI Periode 2026-2030, OJK Beri Konfirmasi

18 Juni 2026 / 14:18 WIB

Wamensesneg: Eksekusi Hotel Sultan Demi Menjaga Kewibawaan Negara

18 Juni 2026 / 13:39 WIB

Generasi Emas Portugal Terancam Bernasib Seperti Belgia, Benarkah Pelatih Masalahnya?

18 Juni 2026 / 13:00 WIB

Polisi Tangkap 69 Orang Terkait Kericuhan saat Eksekusi Hotel Sultan

18 Juni 2026 / 12:56 WIB
Form Komentar Cancel Reply

MPR Dukung WFH Setelah Lebaran untuk Hemat BBM

Deba Salamah23 Maret 2026 / 16:00 WIB

RUPS Setujui Buyback Rp3,5 Triliun, GoTo Pertahankan Susunan Direksi dan Komisaris

18 Juni 2026 / 18:35 WIB

Tawa Fuad saat Disinggung Maktour Untung Rp27,8 M di Kasus Kuota Haji

18 Juni 2026 / 17:53 WIB

Swiss vs Bosnia: Berebut Tiga Poin Krusial di Los Angeles

18 Juni 2026 / 17:00 WIB

Cerita Kivlan Zein, Djamari Chaniago Telepon Minta Jangan Ada Korban di Hotel Sultan

18 Juni 2026 / 16:43 WIB

Harga Pertamax Series Mengacu Mekanisme Pasar, Pertamina Pastikan BBM Subsidi Tetap

18 Juni 2026 / 16:37 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.