Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Dunia Sepak Bola Berduka! Legenda Inggris Kevin Keegan Tutup Usia
  • Rodri Masuk Daftar Tujuh Pemain Terhebat Sepanjang Sejarah
  • KPK Ungkap Kronologi OTT Bupati Lombok Barat
  • IHSG Berpeluang Uji Level 6.264, MNC Sekuritas Rekomendasikan AMMN hingga NCKL
  • Mendagri Prihatin Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK
  • Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT
  • Argentina dan Malam Paling Memalukan di Piala Dunia 2026
  • Poin-poin Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Apa Saja?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Ambles ke Level Terendah Sejak 2020, Krisis Kepercayaan Investor Jadi Sorotan

IHSG Ambles ke Level Terendah Sejak 2020, Krisis Kepercayaan Investor Jadi Sorotan

Market Gusti Tetiro04 Juni 2026 / 10:06 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto:Tutur/ANTARA Asprilla Dwi Adha/tom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I Kamis (4/6/2026). Indeks bahkan terperosok ke level terendah dalam hampir enam tahun terakhir, mempertegas meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar keuangan domestik.

Hingga pukul 10.00 WIB, IHSG anjlok 260,49 poin atau 4,38% ke level 5.687,37. Sepanjang sesi, indeks bergerak pada rentang 5.685 hingga 5.924. Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak November 2020 dan memperpanjang tren pelemahan tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Analis sekaligus Founder Stocknow, Hendra Wardana, menilai kejatuhan IHSG yang menembus level psikologis 6.000 mencerminkan krisis kepercayaan yang sedang melanda pasar modal Indonesia.

Menurutnya, tekanan terhadap pasar tidak semata-mata berasal dari faktor eksternal seperti memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia mendekati US$100 per barel. Sentimen domestik justru menjadi faktor yang lebih dominan dalam mendorong aksi jual investor.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang telah mendekati level Rp18.000 per dolar AS, ketidakpastian sejumlah kebijakan ekonomi, serta berlanjutnya arus keluar dana asing menjadi kombinasi sentimen yang membebani pasar.

“Di saat mayoritas bursa Asia justru menguat, kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap pasar Indonesia lebih banyak berasal dari faktor domestik dibandingkan eksternal,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, pasar bergerak berdasarkan persepsi risiko dan ekspektasi terhadap prospek ekonomi ke depan. Karena itu, ketika pemerintah menyampaikan fundamental ekonomi masih kuat, sementara rupiah terus melemah dan investor asing terus melakukan aksi jual, muncul kesenjangan antara narasi dan realitas yang tercermin di pasar.

Tekanan dari investor asing juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp864 miliar. Secara kumulatif, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sejak awal tahun telah mencapai sekitar Rp67 triliun.

Baca Juga  Astra Tebar Dividen Rp15,7 Triliun, Pemegang Saham Dapat Rp292 per Lembar

Menurut Hendra, besarnya arus keluar modal tersebut menjadi salah satu penyebab utama tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama IHSG.

“Selama arus keluar dana asing masih berlangsung dan belum ada katalis positif yang mampu mengembalikan kepercayaan investor global, volatilitas pasar berpotensi tetap tinggi,” katanya.

Meski demikian, Hendra menilai kondisi saat ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan. Koreksi yang terjadi telah membuat sejumlah saham unggulan diperdagangkan pada valuasi yang lebih menarik bagi investor jangka panjang.

Namun, ia mengingatkan bahwa pasar yang sedang mengalami tekanan sentimen cenderung bergerak tidak rasional dalam jangka pendek. Karena itu, peluang IHSG untuk melanjutkan koreksi masih terbuka sebelum menemukan titik keseimbangan baru.

“IHSG masih berpotensi menguji area 5.800 hingga 6.000 sebelum akhirnya menemukan keseimbangan dan berpeluang melakukan pemulihan secara bertahap,” ujarnya.

Bagi investor jangka panjang, strategi hold dan akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental kuat dinilai masih relevan. Sementara itu, investor jangka pendek disarankan lebih disiplin dalam menerapkan manajemen risiko mengingat volatilitas pasar yang masih sangat tinggi.

Hendra menegaskan, pemulihan pasar tidak hanya bergantung pada stabilisasi nilai tukar rupiah atau meredanya konflik geopolitik global. Yang tidak kalah penting adalah kembalinya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

“Pasar membutuhkan kepastian, konsistensi, dan langkah konkret yang mampu meyakinkan pelaku pasar bahwa risiko dapat dikelola dengan baik. Ketika kepercayaan kembali pulih, arus modal asing berpotensi kembali masuk dan IHSG memiliki peluang bangkit dari tekanan saat ini,” pungkasnya.

headline IHSG investor asing pasar modal indonesia Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleWamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan
Next Article Fakta Menarik Piala Dunia 2026, Magnet Messi-Ronaldo hingga Pemain Termuda-Tertua

Berita Lainnya

IHSG Berpeluang Uji Level 6.264, MNC Sekuritas Rekomendasikan AMMN hingga NCKL

21 Juli 2026 / 03:46 WIB

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT

21 Juli 2026 / 00:38 WIB

Argentina dan Malam Paling Memalukan di Piala Dunia 2026

21 Juli 2026 / 00:00 WIB

Poin-poin Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Apa Saja?

20 Juli 2026 / 23:46 WIB

Prabowo Tangkis ‘Psywar’ Lembaga Rating Global: Jangan Takut-takuti Indonesia!

20 Juli 2026 / 23:22 WIB

Rekor Gila! Film The Odyssey Garapan Christopher Nolan Raup Cuan Rp4,74 Triliun di Box Office

20 Juli 2026 / 17:47 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Serangan Baru Israel, Klaim Hancurkan Markas Dirgantara dan Pengendali Satelit 

Toto Pribadi09 Maret 2026 / 01:43 WIB

Dunia Sepak Bola Berduka! Legenda Inggris Kevin Keegan Tutup Usia

21 Juli 2026 / 07:00 WIB

Rodri Masuk Daftar Tujuh Pemain Terhebat Sepanjang Sejarah

21 Juli 2026 / 06:00 WIB

KPK Ungkap Kronologi OTT Bupati Lombok Barat

21 Juli 2026 / 05:00 WIB

IHSG Berpeluang Uji Level 6.264, MNC Sekuritas Rekomendasikan AMMN hingga NCKL

21 Juli 2026 / 03:46 WIB

Mendagri Prihatin Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK

21 Juli 2026 / 01:10 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.