Yerusalem (Tutur.co.id) – Militer Israel pada 7 Maret 2026 mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan baru di Teheran. Menurut pernyataan militer Israel, dalam operasi tersebut markas divisi dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta sekitar 50 bunker penyimpanan amunisi menjadi sasaran serangan.
Militer Israel menyatakan bahwa markas dirgantara tersebut berfungsi sebagai pusat penerimaan, distribusi, dan penelitian organisasi kedirgantaraan yang berafiliasi dengan pemerintah Iran. Kompleks itu juga disebut mencakup gedung pengendali dan operasional satelit “Khayyam”, yang diluncurkan ke luar angkasa pada Agustus 2022.
Dalam pernyataannya, militer Israel menuduh bahwa fasilitas tersebut digunakan oleh Garda Revolusi Iran untuk mengembangkan operasi militer serta melakukan pengawasan terhadap Israel dan negara-negara di kawasan.
Baca juga: Sah, Majelis Ahli Iran Telah Pilih Pengganti Ayatollah Ali Khamenei
Selain itu, Israel menyebut puluhan infrastruktur lain yang terkait dengan pemerintah Iran juga menjadi target serangan. Di antaranya adalah bunker penyimpanan amunisi di salah satu pangkalan kepolisian, pangkalan unit Basij, markas pasukan kepolisian, serta sebuah kompleks milik pasukan darat Garda Revolusi.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai klaim serangan tersebut maupun laporan kerusakan yang ditimbulkan.

