Bojonegoro (tutur.co.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung sentra peternakan sapi milik H. Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam keadaan sehat, aman, dan siap didistribusikan ke berbagai daerah.
Dalam peninjauan itu, Khofifah didampingi Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul, serta Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Ariani. Mereka mengecek sekitar 90 ekor sapi jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO) yang dikenal memiliki kualitas daging unggulan dan bobot ideal untuk hewan kurban.
Selain memeriksa kondisi ternak, Khofifah juga berdialog dengan peternak dan pengepul guna menyerap berbagai masukan terkait distribusi ternak, pengawasan kesehatan hewan, hingga kesiapan pasokan menjelang puncak Idul Adha.
Menurut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban di tengah meningkatnya lalu lintas ternak antarwilayah menjelang Idul Adha. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan yang dikirim ke masyarakat maupun luar daerah tetap dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah yakni melalui program vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pengawasan intensif oleh dokter hewan berwenang. Upaya tersebut dinilai efektif menekan penyebaran PMK sehingga permintaan hewan kurban dari Jawa Timur terus meningkat, termasuk dari wilayah Jabodetabek hingga Kalimantan.
Khofifah menegaskan setiap ternak yang dilalulintaskan wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan distribusi ternak sekaligus jaminan keamanan bagi masyarakat penerima hewan kurban.
Menurutnya, pengawasan pergerakan ternak dilakukan secara ketat karena distribusi hewan kurban menjelang Idul Adha biasanya mengalami lonjakan signifikan, baik antar kecamatan, antar kabupaten, maupun pengiriman ke luar provinsi.
Selain memastikan kesehatan hewan, Khofifah juga mendorong peternak agar terus meningkatkan kualitas ternak dan memanfaatkan momentum Idul Adha untuk memperkuat sektor ekonomi peternakan daerah. Ia berharap para peternak tidak hanya menjadi pemasok, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai tambah yang lebih besar.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Ariani menyebut tingginya antusiasme masyarakat dalam berkurban tahun ini berdampak positif terhadap sektor peternakan. Menurutnya, permintaan hewan kurban meningkat dengan harga jual yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Indyah memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur masih dalam kondisi aman bahkan surplus. Kondisi tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang utama kebutuhan ternak nasional.
Ia berharap tren positif sektor peternakan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga Jawa Timur tetap menjadi lumbung ternak nasional dengan populasi ternak terbesar di Indonesia.
Di sisi lain, pengepul hewan kurban H. Wariyanto mengaku bersyukur karena sebagian besar sapi miliknya telah terjual ke berbagai daerah seperti Jombang, Kediri, hingga Surabaya.
Wariyanto juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap peternak, terutama melalui bantuan vaksin gratis dan dukungan kesehatan hewan yang dinilai membantu menjaga kualitas ternak tetap optimal menjelang Idul Adha.
Kunjungan Khofifah ke sentra peternakan di Bojonegoro menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan pelaksanaan kurban tahun ini berjalan aman, sehat, dan lancar, sekaligus menjaga stabilitas sektor peternakan di tengah tingginya permintaan hewan kurban nasional. (sas)

