Washington (tutur.co.id) – Seorang pria bersenjata tewas setelah baku tembak dengan agen Secret Service di dekat Gedung Putih. Saat baku tembak, ternyata Trump tengah berada di Gedung Putih. Namun, Trump mengaku tak terpengaruh dengan insiden tersebut.
Menurut Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, baku tembak terjadi pada Sabtu malam 23 Mei 2026 waktu setempat di persimpangan 17th Street and Pennsylvania Avenue. TKP terbilang sangat dekat dengan komplek Gedung Putih, sekitar 200 meter.
“Polisi Secret Service membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat di mana ia dinyatakan meninggal. Selama baku tembak, seorang sipil juga terkena tembakan,” tulis pernyataan resmi dari Secret Service.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan penembak itu memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap Gedung Putih. Ia juga berterima kasih kepada pihak berwenang atas tindakan cepat dan profesional mereka.
“Ini menunjukkan betapa pentingnya, bagi semua Presiden di masa depan, untuk mendapatkan, apa yang akan menjadi, ruang paling aman dan terjamin dari jenisnya yang pernah dibangun di Washington, D.C.,” kata Trump.
Trump telah menjadi target sejumlah percobaan pembunuhan yang dicurigai dalam dua tahun terakhir. Pada bulan April, seorang pria didakwa dengan satu tuduhan percobaan pembunuhan terhadap presiden AS setelah pihak berwenang mengatakan dia menyerbu makan malam koresponden Gedung Putih dengan bersenjata pistol dan pisau.

