Washington (tutur.co.id) – Identitas pelaku penembakan di pos pengamanan Gedung Putih telah terungkap. Namanya Nasire Best yang baru berusia 21 tahun. Ternyata ia pernah mencoba menerobos Gedung Putih pada tahun 2025 dan saat itu mengaku sebagai Yesus Kristus.
Hal itu diungkapkan seorang pejabat penegak hukum setempat. Dari catatan pengadilan, dilansir dari New York Post, pihak berwenang pernah menangkap Best pada Juli 2025 setelah ia diduga mencoba memasuki pos pemeriksaan Gedung Putih tanpa izin.
Saat itu, selain mengabaikan perintah pihak keamanan, Nasire Best juga mengaku sebagai Yesus Kristus dan justru mengatakan ia memang ingin ditangkap. Hal inilah yang membuat Donald Trump menyampaikan pelaku penembakan punya riwayat kekerasan.
Diberitakan sebelumnya, insiden baku tembak terjadi di pos pengamanan Gedung Putih yang berada di 17th Street and Pennsylvania Avenue sekitar pukul 6 sore. Pelaku akhirnya ditembak dan tewas di rumah sakit. Insiden ini juga melukai satu orang warga sipil yang sedang berada di lokasi kejadian.
Kronologi Baku Tembak Gedung Putih
Menurut keterangan dari Agen Dinas Rahasia AS, pria itu mendekati pos pemeriksaan dan langsung mengeluarkan senjata dari tasnya. Kemudian ia mulai menembak petugas yang berjaga di lokasi. Polisi Secret Service membalas tembakan dan mengenai tersangka.
Seorang warga sipil juga menderita luka tembak. Namun pejabat tersebut belum dapat memastikan apakan warga sipil itu terkena tembakan petugas atau pelaku. Sementara itu tak ada korban dari personel Agen Dinas Rahasia dalam insiden ini.
“Presiden berada di Gedung Putih selama insiden tersebut, namun tidak ada orang yang perlu dilindungi atau operasi yang terpengaruh,” tulis pernyataan dari Secret Service.
Saat ini, pihak berwenang belum merilis motif atau detail tambahan tentang kondisi saksi mata tersebut. “Insiden ini masih dalam penyelidikan dan informasi tambahan akan dirilis seiring tersedianya informasi tersebut,” kata Dinas Rahasia.

