Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»China Kembangkan Pembangkit Listrik Matahari di Luar Angkasa, Bisa Kirim Energi ke Bumi

China Kembangkan Pembangkit Listrik Matahari di Luar Angkasa, Bisa Kirim Energi ke Bumi

Politik Ridzka Putri Ananda21 Mei 2026 / 14:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi konsep transmisi energi nirkabel dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Luar Angkasa dalam proyek Sun Chasing (Zhuri) China. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Beijing (tutur.co.id) – China kembali menarik perhatian dunia setelah para ilmuwannya berhasil mengembangkan sistem transmisi listrik nirkabel untuk proyek pembangkit tenaga surya luar angkasa. Teknologi ini digadang-gadang bisa menjadi masa depan energi global karena mampu mengirim listrik langsung dari luar angkasa ke Bumi.

Dilansir dari Xinhua News, proyek bernama Sun Chasing atau Zhuri itu dikembangkan oleh tim peneliti dari Xidian University di Provinsi Shaanxi, China. Jika berhasil dengan mulus, proyek tersebut tentu dapat mengubah cara manusia mendapatkan energi di masa depan.

Mereka berhasil membangun sistem uji transmisi daya nirkabel yang mampu mengisi daya beberapa target bergerak secara bersamaan. Dalam pengujian terbaru, sistem tersebut mencapai efisiensi transmisi listrik sebesar 20,8 persen pada jarak 100 meter dengan daya mencapai 1.180 watt.

Yang paling menarik, tim peneliti juga berhasil membuat sistem pengisian daya nirkabel untuk drone. Dalam uji coba, drone yang terbang dengan kecepatan 30 kilometer per jam tetap bisa menerima pasokan listrik stabil sebesar 143 watt dari jarak 30 meter. Teknologi ini dianggap sebagai langkah penting menuju pengiriman energi tanpa kabel untuk kendaraan udara maupun satelit di masa depan.

Konsep pembangkit listrik tenaga surya luar angkasa sebenarnya sudah lama dibahas para ilmuwan dunia. Sistem ini bekerja dengan menempatkan panel surya raksasa di orbit luar angkasa untuk menangkap sinar matahari tanpa gangguan cuaca atau malam hari. Energi yang dikumpulkan kemudian diubah menjadi gelombang mikro atau laser sebelum dikirim kembali ke Bumi atau langsung ke pesawat luar angkasa.

China sendiri mulai serius mengembangkan proyek ini sejak 2018 melalui fase pertama proyek Sun Chasing. Pada 2022, mereka mengklaim berhasil membangun sistem validasi penuh pertama di dunia untuk simulasi pembangkit listrik tenaga surya luar angkasa di darat. Kini proyek tersebut masuk fase kedua dengan fokus meningkatkan efisiensi energi dan pengiriman daya jarak jauh.

Baca Juga  Pakar AS: Butuh 100.000 Pasukan untuk Kuasai Selat Hormuz

Menurut akademisi Chinese Academy of Engineering, Duan Baoyan, salah satu tantangan terbesar proyek ini adalah menjaga akurasi gelombang mikro agar energi tidak hilang saat dikirim dari luar angkasa. Tim peneliti juga sedang mengembangkan antena yang lebih kecil dan ringan agar nantinya bisa dipasang di satelit atau stasiun luar angkasa. Selain itu, mereka berhasil membuat satu pemancar mampu mengirim listrik ke beberapa target bergerak sekaligus.

Meski terdengar futuristik, teknologi ini dianggap sangat penting karena dunia mulai menghadapi krisis energi dan kebutuhan listrik yang terus meningkat. Pembangkit listrik luar angkasa dinilai mampu menghasilkan energi tanpa henti karena panel surya di orbit bisa menerima cahaya matahari hampir sepanjang waktu. Teknologi ini bahkan disebut berpotensi menjadi solusi energi bersih global di masa depan.

Namun para ilmuwan mengakui proyek ini masih membutuhkan waktu panjang sebelum bisa digunakan secara komersial. Tahap berikutnya adalah melakukan pengujian langsung di orbit luar angkasa untuk memastikan sistem benar-benar stabil dan aman. Jika berhasil, China bisa menjadi negara pertama yang membangun pembangkit listrik tenaga surya raksasa di luar angkasa dan mengirim energinya langsung ke Bumi.

China Energi listrik tenaga surya pembangkit listrik Teknologi Tiongkok
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKadin Dukung Gagasan Indonesia Incorporated Presiden Prabowo
Next Article IHSG Terburuk di Asia, OJK Soroti Dampak Rebalancing MSCI

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih: Terbaru! Ngecas Hanya Butuh 6 Menit

09 Juli 2026 / 13:27 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

Purbaya Sidak Perusahaan Baja Tiongkok, Jamin Persaingan Sehat

25 Juni 2026 / 14:13 WIB

PGN Siap Manfaatkan Stranded Gas Lapangan Sengeti untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

23 Juni 2026 / 20:04 WIB

Daftar Mantan Koruptor Kembali Masuk Jadi Petinggi Partai

22 Juni 2026 / 16:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Masih Rawan Koreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan RAJA dan 3 Saham Ini

Gusti Tetiro01 Juli 2026 / 07:17 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.