Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Keamanan»Menhan Sjafrie Bantah Indonesia Beri Akses Udara untuk Amerika Serikat

Menhan Sjafrie Bantah Indonesia Beri Akses Udara untuk Amerika Serikat

Keamanan Toto Pribadi19 Mei 2026 / 16:45 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan (kanan) dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto (kiri) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto: Tutur/Antara/Asprilla Dwi Adha)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Indonesia tidak membuat komitmen apa pun perihal akses lintas udara dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie menegaskan hanya menandatangani Surat Pernyataan Minat Perizinan Lintas Udara (Letter of Intent Overflight Clearance), bukan sebuah surat komitmen untuk memberikan akses wilayah udara Indonesia. Sjafrie mengatakan letter of intent tersebut diteken di AS pada April lalu.

“Ini adalah letter of intent, bukan letter of commitment. Jadi, kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan AS dalam hal udara, tidak. Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional,” kata Sjafrie.

Letter of intent itu, menurut Sjafrie, yang pertama adalah menghormati integritas dan kedaulatan teritorial. Yang kedua, diperlukan mekanisme dan standing operating procedure kalau sama-sama disepakati dan tetap konsisten dengan hukum dari masing-masing negara.

“Ini sudah ada, kita kalau latihan kalau dia ada luka kita kembalikan,” ujarnya.

Di hadapan legislator bidang pertahanan, Sjafrie menceritakan permintaan terkait izin melintasi udara Indonesia disampaikan Menteri Perang AS Pete Hegseth dalam pertemuan bilateral di sela ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) Plus 2025.

Menurut Sjafrie, mulanya dalam pertemuan itu, Hegseth menyatakan mendukung pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia. Hegseth disebut memahami bahwa Indonesia tidak berusaha ofensif, tetapi hanya mempertahankan diri jika diserang.

Kemudian, lanjut dia, Hegseth menyampaikan permintaan agar AS boleh melintasi wilayah udara Indonesia jika ada keperluan mendesak.

“Dia bilang begini, ini empat mata, ‘Pak Menhan, boleh tidak,’ ini saya anggap etis, ‘boleh tidak Amerika itu melintas wilayah Indonesia?’ (Itu) tahun 2025. ‘Boleh tidak melintas wilayah Indonesia apabila kami ingin melintas untuk keperluan-keperluan tertentu yang mendesak? Akan tetapi, kami akan ikuti peraturan yang Anda keluarkan’. Itu diucapkan secara lisan kepada saya,” terang Sjafrie.

Baca Juga  Rivalitas 45 Tahun Kembali Membara di Balik Duel Norwegia vs Inggris

Menhan tidak langsung menjawab permintaan Menteri Perang AS. “Saya jawab, ‘Pak Menteri, walaupun ada harapan, tetapi saya akan lapor kepada Presiden saya karena dia adalah panglima tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia’, kata Sjafrie.

Dalam pertemuan yang sama, Sjafrie menyebut Menteri Perang AS juga meminta bantuan Indonesia untuk mencari dan memulangkan kerangka tentara AS yang gugur selama Perang Dunia II di Pulau Morotai, Maluku Utara.

Pada Februari 2026, Hegseth mengirimkan anak buahnya untuk menemui Sjafrie dan membawa surat usulan terkait izin melintasi wilayah udara Indonesia. Hegseth juga mengundang Sjafrie ke AS untuk membahas usulan tersebut.

“Membahas, bukan menentukan. Kemudian, dibahas lah tim itu. Akhirnya, bulan lalu saya ke AS kemudian kami menandatangani letter of intent, bukan komitmen,” ucap Sjafrie.

Ia lebih lanjut mengatakan, Kementerian Pertahanan RI tidak membuat komitmen izin lintas udara dengan AS. Ia pun menegaskan pihaknya berkomitmen mempertahankan konstitusi dan kepentingan nasional.

“Dan dalam defense cooperation (kerja sama pertahanan), kita ada prinsip mutual benefit (saling menguntungkan) dan mutual respect (saling menghormati),” ucapnya.

Sjafrie menyampaikan hal itu untuk meluruskan simpang siur isu izin lintas udara yang sempat berkembang di masyarakat pascaperjanjian Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara RI dan AS diteken pada April 2026.

headline Komisi I DPR menteri pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin wilayah udara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGojek Dukung Kebijakan Prabowo, Komisi Ojol Jadi 8 Persen dan Driver Dapat 92 Persen
Next Article Senyum Driver Ojol Usai GoTo Umumkan Hapus Fitur Langganan GoRide Hemat

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Militer AS Mulai Blokade Selat Hormuz Hari Ini

Toto Pribadi13 April 2026 / 08:09 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.