Jakarta (tutur.co.id) – Penyedia aplikasi jasa ojek online GoTo mengumumkan akan menghapus fitur langganan GoRide hemat yang telah berlaku sejak November 2025 dalam waktu dekat. Keputusan ini tentunya disambut gembira oleh para pengemudi ojek online khususnya Gojek.
Ahmad seorang driver ojol asal Jakarta tak bisa membohongi perasaannya. Keluhan yang selama ini ia rasakan, akhirnya terjawab sudah setelah sekian tahun ikut berjuang menyuarakan keresahan atas potongan ojol 20 persen ditambah fitur hemat yang membuatnya harus menyisihkan saldo Rp20 ribu untuk fitur tersebut.
“Ya pokoknya saya seneng banget, Gojek akhirnya mendengarkan keluhan kita sebagai driver,” kata Ahmad saat ditemui di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya keputusan gojek yang meniadakan fitur hemat akan menghilangkan ketimpangan yang selama ini terjadi antara driver yang menggunakan fitur tersebut dengan yang tidak.
“Fitur hemat dihapus maka driver akan bersaing sehat. Meskipun fitur hemat sifatnya sukarela, tapi kesannya kan driver diadu, yang gunakan fitur hemat bakal dapat potensi order lebih banyak,” ujarnya.
Saat disinggung terkait dampaknya ke depan terhadap tingginya minat pelanggan menggunakan Gojek, ia tak terlalu khawatir. Sebab menurutnya sejak awal ia memutuskan menjadi ojek online, tak pernah merasakan sepinya order secara berkepanjangan.
“Kalo ditanya sepi, ya itu mungkin driver yang males aja. Kalo kita konsisten itu pasti dapet nominal setara UMR Jakarta,” tutupnya.
Kini GoTo telah mengumumkan akan melakukan penghapusan terhadap fitur hemat yang selama ini dianggap oleh sebagian driver sebagai bentuk ketidakadilan dan lebi berpihak kepada pelanggan.
Tak hanya itu, aplikasi yang disebut sebagai karya anak bangsa itu juga akan mengikuti aturan pemerintah. Sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur batas maksimal potongan tarif ojek online (ojol) oleh aplikator menjadi 8 persen.
“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut, efektif dalam waktu dekat. Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide reguler,” kata Dirut GoTo Hans saat konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.

