Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Paraguay vs Australia: Duel Hidup Mati Demi Tiket Otomatis 32 Besar
  • Usai Diperiksa 10 Jam, Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Bantah Terima Rp17 M
  • Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dorong Indonesia Maksimalkan Potensi Ekonomi Selat Malaka
  • Bagi-bagi Jatah ‘Uang Klik’ dalam Pemerasan WNA Kementerian Imipas
  • Biro Jasa di Bali Diperas Rp2,5 Juta, Perkara Imipas Silmy Karim
  • Pemerasan WNA Imipas, Biro Jasa Tak Setor Uang Bakal Dipersulit
  • Amerika Serikat vs Turki: Laga Formalitas Penutup Fase Grup
  • Kejagung Perpanjang Penahanan Tersangka Korupsi MBG Dadan Hindayana Dkk
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Ekonomi Hijau»JP Morgan Sebut RI Tahan Krisis Energi Global, Ini Senjata Utamanya

JP Morgan Sebut RI Tahan Krisis Energi Global, Ini Senjata Utamanya

Ekonomi Hijau Gusti Tetiro23 April 2026 / 23:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Fasilitas produksi gas di Platform WPN-7, Wilayah Kerja Mahakam (Foto: Tutur/ Pertamina)
Fasilitas produksi gas di Platform WPN-7, Wilayah Kerja Mahakam (Foto: Tutur/ Pertamina)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling tahan terhadap guncangan krisis energi global. Penilaian ini tertuang dalam laporan bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026 yang dirilis pada 21 Maret 2026.

Ketahanan tersebut diukur melalui indikator total insulation factor, yakni kombinasi sumber energi domestik seperti batu bara, gas, energi terbarukan, hingga nuklir yang membuat suatu negara lebih terlindungi dari fluktuasi pasar energi global.

“Negara dengan porsi besar produksi energi domestik, terutama batu bara dan gas, memiliki tingkat eksposur yang lebih rendah terhadap guncangan minyak dan gas global,” tulis laporan tersebut.

Dalam analisis terhadap 52 negara yang mewakili 82% konsumsi energi dunia, Indonesia mencatat insulation factor sebesar 77%. Angka ini hanya sedikit di bawah Afrika Selatan (79%), namun lebih tinggi dibandingkan Tiongkok (76%) dan Amerika Serikat (70%).

Ketahanan energi Indonesia terutama ditopang oleh dominasi sumber energi domestik, dengan batu bara menyumbang sekitar 48% konsumsi energi akhir nasional, diikuti gas bumi sebesar 22% dan energi terbarukan sebesar 7%.

Dalam laporan tersebut, Indonesia dikelompokkan bersama Tiongkok, India, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina sebagai negara yang mendapat manfaat besar dari ketersediaan batu bara domestik selama periode gejolak energi global.

Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki tingkat eksposur yang sangat rendah terhadap jalur distribusi energi global yang rawan gangguan. Impor minyak dan gas melalui Selat Hormuz hanya menyumbang sekitar 1% dari total konsumsi energi primer nasional.

Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan (33%), Taiwan dan Thailand (27%), serta Singapura (26%) yang sangat bergantung pada jalur tersebut.

Baca Juga  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Sebaliknya, laporan itu menyoroti negara maju seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Belanda sebagai pihak yang paling rentan terhadap krisis energi akibat tingginya ketergantungan pada impor minyak dan gas.

“Pasar minyak bersifat global sehingga konsumsi secara keseluruhan sama pentingnya dengan impor,” tulis laporan itu.

Ke depan, JPMorgan Asset Management menilai transisi energi menjadi faktor kunci dalam menekan risiko jangka panjang. Adopsi kendaraan listrik dan pengembangan energi terbarukan disebut sebagai langkah paling efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Cara paling mudah menurunkan ketergantungan minyak adalah melalui kendaraan listrik, sementara untuk gas melalui energi surya yang dipadukan dengan baterai,” demikian isi laporan tersebut.

batu bara Indonesia JP Morgan Indonesia ketahanan energi Indonesia krisis energi global 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAstra Tebar Dividen Rp15,7 Triliun, Pemegang Saham Dapat Rp292 per Lembar
Next Article Seminar Publik di Paramadina: Windfall Tax Mengemuka, Negara Jangan Gagal Menangkap “Durian Runtuh” SDA

Berita Lainnya

UU P2SK: Bayang-Bayang Indonesia Menjadi Surga Pencucian Uang

25 Juni 2026 / 16:48 WIB

Kapal Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Sinergi Kemlu dan PIS Jaga Keamanan Pelayaran

25 Juni 2026 / 16:10 WIB

Membawa Warisan Budaya Menjadi Peluang Usaha, Kisah Inspiratif Peraih Penghargaan PFpreneur 2026

24 Juni 2026 / 22:05 WIB

Kinerja 2025 Positif, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Transisi Energi Nasional

24 Juni 2026 / 21:30 WIB

MT Gamkonora Tiba di Cilacap, Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi Nasional

24 Juni 2026 / 10:47 WIB

Bea Cukai Gagalkan Peredaran Pakaian Bekas Impor di Jakarta dan Kalimantan Senilai Rp53 M

23 Juni 2026 / 12:40 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kabar Baik! LRT Velodrome-Manggarai Meluncur Pertengahan 2026

Deba Salamah12 Januari 2026 / 22:42 WIB

Paraguay vs Australia: Duel Hidup Mati Demi Tiket Otomatis 32 Besar

25 Juni 2026 / 21:00 WIB

Usai Diperiksa 10 Jam, Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Bantah Terima Rp17 M

25 Juni 2026 / 21:00 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dorong Indonesia Maksimalkan Potensi Ekonomi Selat Malaka

25 Juni 2026 / 20:56 WIB

Bagi-bagi Jatah ‘Uang Klik’ dalam Pemerasan WNA Kementerian Imipas

25 Juni 2026 / 20:23 WIB

Biro Jasa di Bali Diperas Rp2,5 Juta, Perkara Imipas Silmy Karim

25 Juni 2026 / 20:02 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.