Los Angeles (Tutur.co.id) – Timnas Amerika Serikat akan menutup perjalanan mereka di fase grup Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Turki pada laga terakhir Grup D yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Jumat (26/6/2026) pukul 09.00 WIB.
Pertandingan antara AS dan Turki sejatinya sudah tidak memiliki pengaruh besar terhadap nasib kedua tim. Amerika Serikat telah memastikan diri ke babak 32 besar sekaligus mengamankan posisi puncak Grup D, sehingga laga ini lebih dimanfaatkan Mauricio Pochettino untuk menjaga ritme permainan dan memberi kesempatan kepada beberapa pemain pelapis.
Di sisi lain, Turki sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun yang membuat mereka tidak mungkin lagi mengejar para pesaingnya, apapun hasil yang diraih pada pertandingan terakhir.
Dengan satu tim yang sudah nyaman di puncak klasemen dan tim lainnya yang telah kehilangan harapan untuk melanjutkan perjalanan di turnamen, duel di Los Angeles Stadium lebih menyerupai pertandingan formalitas penutup fase grup. Meski demikian, gengsi tetap menjadi taruhan, terutama bagi Turki yang ingin menghindari pulang tanpa poin, sementara AS berambisi menjaga rekor sempurna dan menambah kepercayaan diri sebelum memasuki fase gugur.
Amerika Serikat Menikmati Turnamen Impian
Sebagai salah satu tuan rumah, Amerika Serikat tampil sangat meyakinkan sepanjang fase grup. Tim asuhan Mauricio Pochettino berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar hanya dalam dua pertandingan, sesuatu yang belum pernah mereka capai dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Jika mampu mengalahkan Turki, The Yanks akan mencatat tiga kemenangan beruntun di satu edisi Piala Dunia untuk pertama kalinya. Selain itu, Pochettino juga berpeluang mengukir sejarah pribadi sebagai pelatih Amerika Serikat tersukses di ajang Piala Dunia dengan melewati rekor dua kemenangan yang sebelumnya dimiliki Bruce Arena dan Robert Millar.
Tidak seperti edisi-edisi sebelumnya ketika lebih sering bermain reaktif, Amerika Serikat kali ini tampil agresif dan berani menekan lawan sejak awal pertandingan. Statistik menunjukkan mereka telah melakukan sekitar 300 tekanan intensitas tinggi, salah satu yang tertinggi di turnamen.
Meski sang kapten Christian Pulisic belum tampil maksimal karena kondisi kebugaran, permainan ofensif Amerika Serikat tetap berjalan lancar. Akurasi umpan di sepertiga akhir lapangan mencapai 77,5 persen, menunjukkan betapa dominannya mereka saat menguasai bola di area berbahaya lawan.
Kepercayaan diri juga terlihat dari cara mereka memulai pertandingan. Amerika Serikat selalu mencetak gol dalam 15 menit pertama pada dua laga sebelumnya, menjadikan mereka tuan rumah pertama yang melakukannya sejak Prancis pada Piala Dunia 1938.
Turki Gagal Memenuhi Ekspektasi
Berbeda dengan Amerika Serikat, perjalanan Turki di Piala Dunia 2026 jauh dari harapan. Tim yang sempat digadang-gadang memiliki generasi emas gagal menunjukkan kualitas terbaiknya dan harus tersingkir lebih awal.
Turki datang ke turnamen ini dengan harapan mengulang kejayaan Piala Dunia 2002 saat finis di posisi ketiga. Namun kenyataan yang mereka hadapi sangat berbeda.
Dua kekalahan beruntun membuat pasukan Vincenzo Montella dipastikan tersingkir sebelum laga terakhir dimainkan. Meski demikian, federasi sepak bola Turki dikabarkan tetap memberikan kepercayaan kepada Montella untuk melanjutkan pekerjaannya.
Kini target realistis mereka adalah menutup turnamen dengan hasil positif sekaligus menghindari tiga kekalahan beruntun yang terakhir kali terjadi pada Euro 2020.
Masalah lain yang menghantui Turki adalah ketajaman lini depan. Mereka berpotensi menjalani tiga pertandingan internasional berturut-turut tanpa mencetak gol untuk pertama kalinya sejak periode 2010 hingga 2011.
Meski pernah mengalahkan Amerika Serikat 2-1 dalam laga persahabatan tahun lalu di East Hartford, situasi saat ini sangat berbeda. Turki datang dengan moral yang rendah, sementara lawan mereka sedang berada dalam performa terbaik.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Turki mendapat kabar baik dengan pulihnya Kenan Yildiz dari cedera betis. Gelandang Juventus tersebut diperkirakan siap kembali bermain dan menambah kreativitas serangan tim.
Kapten Hakan Calhanoglu juga berpeluang mencatat sejarah dengan naik ke posisi ketiga daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Turki jika berhasil mencetak gol pada laga ini.
Di lini depan, Kerem Akturkoglu menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu memecah kebuntuan setelah sebelumnya tampil cukup baik dalam pertemuan terakhir melawan Amerika Serikat.
Sementara itu, Amerika Serikat kemungkinan akan melakukan rotasi karena posisi juara grup sudah aman. Christian Pulisic berpotensi diistirahatkan demi menjaga kebugarannya menjelang fase gugur.
Selain itu, Tyler Adams, Folarin Balogun, Chris Richards, dan Antonee Robinson juga berisiko dicadangkan karena sudah mengoleksi kartu kuning.
Meski demikian, kedalaman skuad Amerika Serikat tetap sangat kompetitif. Nama-nama seperti Tim Weah, Gio Reyna, Ricardo Pepi, hingga Alejandro Zendejas siap mengisi posisi yang ditinggalkan para pemain inti.
Balogun sendiri masih berpeluang mencatatkan sejarah sebagai pemain Amerika Serikat pertama yang mencetak minimal tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia sejak Bert Patenaude pada tahun 1930.
Prediksi Amerika Serikat vs Turki
Secara kualitas dan performa terkini, Amerika Serikat berada beberapa langkah di depan Turki. Kepercayaan diri tinggi, dukungan publik tuan rumah, serta kedalaman skuad yang dimiliki membuat The Yanks menjadi favorit kuat untuk memenangkan pertandingan.
Turki memang memiliki sejumlah pemain berbakat seperti Arda Guler, Kenan Yildiz, dan Hakan Calhanoglu, tetapi mereka gagal menunjukkan konsistensi sepanjang turnamen. Hilangnya motivasi setelah dipastikan tersingkir juga berpotensi membuat permainan mereka semakin sulit berkembang.
Di sisi lain, Amerika Serikat terlihat semakin matang dari pertandingan ke pertandingan dan memiliki banyak opsi meski melakukan rotasi pemain.
Dengan momentum yang sedang berada di pihak mereka, The Yanks diprediksi mampu menutup fase grup dengan kemenangan sekaligus menjaga rekor sempurna di Grup D.
Prediksi Skor: Amerika Serikat 2-1 Turki

