Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Opini»Opini: Transformasi Transportasi Umum Demi Kemandirian Energi Indonesia

Opini: Transformasi Transportasi Umum Demi Kemandirian Energi Indonesia

Opini Toto Pribadi12 April 2026 / 13:51 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengamat transportasi publik dari Masyarata Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno. (Foto:Tutur/Dok Pribadi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Transportasi Umum Demi Kemandirian Energi Indonesia

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

“Sebesar 91,2 persen konsumsi BBM nasional di sektor transportasi, sebanyak 93 persen penyaluran BBM subsidi digunakan kendaraan pribadi”

=====

Presiden Prabowo Subianto bakal menggencarkan sejumlah program elektrifikasi untuk mewujudkan swasembada energi. Beberapa di antaranya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan pembangunan pabrik kendaraan listrik. Dengan sejumlah program tersebut, diharapkan Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar minyak dalam dua hingga tiga tahun ke depan (Kompas, 9 April 2026).

Menghadapi krisis energi memerlukan langkah strategis yang tidak hanya bersifat reaktif (jangka pendek), tetapi juga transformatif (jangka panjang). Di tahun 2026 ini, ketergantungan pada bahan bakar fosil bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman serius bagi stabilitas fiskal negara.

Berdasarkan data dari Handbook Statistik Energi dan Ekonomi Indonesia 2024 yang dirilis oleh Kementerian ESDM, konsumsi BBM di Indonesia selama satu dekade terakhir (2014–2024) menunjukkan tren yang fluktuatif. Meski sempat terkontraksi ke angka 65.290 ribu kiloliter pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020, konsumsi segera bangkit dan terus meningkat secara bertahap dari tahun 2021. Tahun 2021 (69.766 ribu kiloliter), tahun 2022 (77.793 ribu kiloliter), tahun 2023 (79.837 ribu kiloliter) hingga mencapai puncaknya di angka 82.319 ribu kiloliter pada 2024.

Sektor transportasi tetap menjadi pengguna BBM terbesar di Indonesia. Jika menilik satu dekade ke belakang, dominasi sektor ini kian menguat; pada tahun 2014, transportasi menyerap 79,5 persen dari total konsumsi (setara 56.235 ribu kiloliter). Angka ini melonjak tajam dalam sepuluh tahun kemudian, tahun 2024 porsinya meningkat menjadi 91,2 persen atau mencapai 75.098 ribu kiloliter.

Dari porsi itu, transportasi darat 90 persen, transportasi perairan 6 persen dan transportasi udara 4 persen. Data Kementerian ESDM (2012), BBM subsidi di sektor transportasi darat, sebanyak 93 persen digunakan kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor), sisanya 4 persen angkutan barang dan 3 persen transportasi umum . sekarang, transportasi umum makin berkurang, bisa jadi kurang 3 persen BBM subsidi yang digunakannya.

Grafik konsumsi BBM

Langkah strategis
Oleh sebab itu perlu adanya langkah-langkah krusial yang perlu diambil pemerintah Indonesia. Pertama, percepatan migrasi ke transportasi umum berbasis listrik . Langkah paling efektif untuk mengurangi konsumsi BBM nasional adalah dengan memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik. Melakukan elektrifikasi armada dengan mengganti armada transportasi publik di kota-kota besar lainnya dengan bus listrik secara masif. Di Kota Medan, semua armada Trans Metro Deli sudah menggunakan kendaraan listrik. Berikutnya, integrasi antarmoda dengan memastikan konektivitas yang mulus antara KRL, MRT, LRT, dan pengumpan ( feeder ) agar masyarakat tidak punya alasan untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga  Paraguay vs Prancis: Tidak Setiap Cerita Indah Akan Terulang

Kedua, format ulang subsidi energi yang tepat sasaran . Subsidi BBM seringkali dinikmati oleh kalangan menengah ke atas yang memiliki kendaraan pribadi. Digitalisasi penyaluran menggunakan sistem verifikasi berbasis data (seperti aplikasi atau sensor plat nomor kendaraan) agar BBM bersubsidi benar-benar hanya dikonsumsi oleh angkutan umum dan logistik. Selain itu, relokasi anggaran dengan mengalihkan sebagian anggaran subsidi BBM untuk membangun infrastruktur pengisian daya listrik (SPKLU), jalur sepeda dan perbaikan trotoar bagi pejalan kaki.

Ketiga, insentif kendaraan listrik (EV) dan Mikro-Mobilitas . Pemerintah perlu mendorong adopsi kendaraan listrik di level individu, terutama motor listrik yang populasi dan konsumsi energinya sangat besar di Indonesia. Subsidi konversi dengan memberikan bantuan dana yang lebih besar bagi masyarakat yang ingin mengubah motor bensinnya menjadi motor listrik. Namun harus melihat kondisi daerah, sehingga diperlukan pemetaan wilayah. Tidak seluruh daerah diberikan, terutama di perkotaan yang sudah berlebihan populasi sepeda motor. Bisa diterapkan di pulau-pulau kecil yang cukup banyak jumlahnya dan daerah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan). Juga diberikan fasilitas jalur khusus dengan mendorong penggunaan sepeda listrik dan skuter sebagai solusi last-mile dengan membangun jalur yang aman dan nyaman. Kab. Asmat sejak 2007 menggunakan kendaraan listrik dan sudah ada regulasinya berupa peraturan daerah.

Keempat, optimalisasi logistik jalur rel . Krisis energi berdampak besar pada harga pangan karena biaya distribusi menggunakan truk sangat bergantung pada harga solar. Rel ganda (double track) mempercepat pembangunan rel ganda untuk angkutan barang agar beban logistik berpindah dari jalan raya ke kereta api yang jauh lebih efisien secara energi. Mengaktifkan jalur rel yang pernah beroperasi, baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Sumatera.

Baca Juga  Keterkaitan Demo Iran dan Perjuangan Perempuan

Kelima, pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) . Memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk mengurangi impor energi. Peningkatan kadar campuran, melanjutkan pengembangan B40 atau B50 (biodiesel) dengan tetap menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dan energi ( food vs fuel ).

Menaikkan anggaran transportasi umum
Sejak diluncurkan pada 2020, program subsidi layanan transportasi darat kini telah beroperasi di 15 kota. Mengingat pentingnya layanan ini, diperlukan alokasi anggaran yang lebih besar serta pemberian stimulan atau DAK dari Ditjen Perhubungan Darat bagi daerah-daerah baru. Saat ini, program telah hadir di berbagai wilayah seperti Medan (Trans Metro Deli), Palembang (Trans Musi Jaya), Bogor (Trans Pakuan), Bandung (Trans Metro Jabar), Depok (Trans Depok), Bekasi (Trans Patriot), Banyumas (Trans Banyumas), Yogyakarta (Trans Jogja), Surakarta (Batik Solo Trans), Surabaya (Trans Semanggi Surabaya), Banjarmasin (Trans Banjarbakula), Bali (Trans Metro Dewata), Makassar (Trans Mamminasata), Balikpapan (Balikpapan City Trans), hingga Manado (Trans Manado).

Meskipun pemerintah menargetkan pembenahan angkutan umum di 20 kota dalam RPJMN 2025–2029, realisasinya kini diragukan. Hal ini dipicu oleh tren anggaran yang terjun bebas; setelah mencapai puncaknya di angka Rp582,98 miliar pada 2023, alokasinya menyusut drastis hingga hanya direncanakan sebesar Rp82,6 miliar pada 2026. Sejauh ini, baru satu kota yang berhasil direalisasikan, yaitu Manado (Trans Manado) pada tahun 2025.

Dukungan pengembangan produksi nasional
Pengembangan bus listrik nasional yang diinisiasi oleh PT Inka melalui kolaborasi 4 perguruan tinggi (UGM, ITS, Universitas Airlangga dan ISI Denpasar) dan industri karoseri lokal Piala Mas telah membuktikan kemampuannya sejak pertemuan G20 Bali 2022. Saat ini, armada tersebut telah dioperasikan sebagai transportasi publik di Bandung, Surabaya, dan kawasan TMII.

Mengingat potensinya, pemerintah perlu memberikan dukungan strategis untuk memastikan pengembangan bus listrik produksi PT Inka ini terus berlanjut dan mampu memenuhi kebutuhan transportasi hijau di Indonesia.

Melalui integrasi kebijakan yang komprehensif, mulai dari reformasi subsidi, dukungan terhadap produksi bus listrik nasional, hingga optimalisasi logistik jalur rel, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluar dari krisis energi. Langkah strategis ini bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, melainkan investasi jangka panjang demi stabilitas fiskal dan kesejahteraan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Djoko Setijowarno headline kemandirian energi Opini Transportasi massal Transportasi Umum
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePoin-poin Pembahasan Perundingan AS dan Iran yang Berujung Kegagalan
Next Article Ketua IKA UII: Konflik Iran Jadi Ujian Moral Kemanusiaan Global

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jatuh IHSG 3,38%, Saham Ini Malah Terbang 34%: Siap Uji Level 7.000 pada Senin

Gusti Tetiro24 April 2026 / 23:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.