Jakarta (tutur.co.id)- Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) menggelar kegiatan Halalbihalal dan Bakti Sosial 2026 sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kontribusi sosial alumni bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung F BPSDM Kemendagri, Jakarta Selatan ini mengusung tema “Bersatu dalam Iman, Bergerak dalam Pengabdian” dan dihadiri pengurus serta alumni lintas generasi. Rangkaian acara dikemas secara hangat melalui penampilan musik, tausiyah keagamaan, penayangan video testimoni almarhum Syafaruddin Alwi, serta pertunjukan tari Melayu Lancang Kuning.
Ketua Umum IKA UII, Ari Yusuf Amir, menegaskan bahwa Halalbihalal menjadi momentum strategis untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran alumni sebagai ruang kolaborasi dan pengabdian.
“IKA UII adalah rumah bersama yang harus kita hidupkan sebagai ruang tumbuh dan rumah juang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti konflik global yang tengah berlangsung, termasuk eskalasi konflik Iran yang dinilai telah memperdalam krisis kemanusiaan.
“Dalam situasi ini, kita tidak boleh abai. Ini adalah ujian moral bagi kita semua untuk tetap berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid, menyampaikan bahwa Halalbihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat jejaring antar alumni.
“Saya berharap dari kegiatan ini lahir semangat kolaborasi yang semakin solid antar alumni, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini,” ujarnya.
Selain Halalbihalal, IKA UII juga menggelar kegiatan bakti sosial sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar dan dukungan lainnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua panitia, Irvan Amirullah, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen alumni dalam menjawab tantangan sosial melalui kolaborasi.
“Partisipasi yang diberikan bukan sekadar dukungan logistik, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi kemanusiaan dan investasi amal jariyah yang manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh amanah donasi akan disalurkan secara transparan dan akuntabel kepada pihak yang berhak menerima. Sebagai penutup, Irvan mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat sinergi dan keberlanjutan program pengabdian.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun gerakan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

