Hanoi (Tutur.co.id) – Kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ekskalasi di Timur Tengah mulai berdampak pada berbagai sektor. Termasuk layanan transportasi online. Bahkan di beberapa negara tetangga Indonesia, tarif Gojek dan Grab sudah resmi naik.
Di Vietnam, banyak driver ojol yang telah mematikan aplikasinya karena penghasilan mereka yang tak sesuai dengan biaya untuk membeli bahan bakar.
“Karena harga bensin sangat tinggi, banyak pengemudi yang mematikan aplikasi, pulang ke rumah, dan tidak bekerja. Setelah hari ini, saya akan mematikan aplikasi dan berhenti bekerja selama beberapa hari untuk melihat apakah harganya turun atau apakah pemerintah membantu dengan cara apa pun,” kata seorang pengemudi Ojol di Vietnam kepada Al Jazeera.
Sebagai gambaran, untuk berkendara selama 7 sampai 8 jam, driver ojol di Vietnam menghasilkan rata-rata 240.000 dong Vietnam atau sekitar Rp155 ribu. Sedangkan untuk bensin mereka mengeluarkan 120.000 dong Vietnam atau Rp78 ribu. Belum dikurangi dengan uang untuk makan.
Beralih ke Singapura. Di negara tersebut, driver ojol terutama Gojek sendikit bisa bernafas lega. Pasalnya, Gojek Singapura telah menaikkan biaya layanan sementara sebesar 90 sen (sekitar Rp 11.800) untuk semua jarak perjalanan. Kebijakan ini mulai berlaku dari 10 April hingga 31 Mei 2026 mendatang.
Selain Gojek, sejumlah platform transportasi online lainnya di Singapura juga melakukan hal serupa. Grab juga melakukan penyesuaian harga pada 31 Maret. Platform itu menaikkan biaya tambahan bahan bakar menjadi 90 sen pada 7 April-31 Mei 2026, termasuk tambahan 40 sen pada tarif penumpang.
Strides Premier telah mengumumkan kenaikan 1 sen tarif taksi per jarak dan tarif unit berbasis waktu mulai 30 Maret. Sementara ComfortDelGro juga menerapkan biaya pengemudi sementara.

