Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Ekonomi Hijau»Prabowo: Hutan Bukan untuk Segelintir Orang

Prabowo: Hutan Bukan untuk Segelintir Orang

Ekonomi Hijau Adi P25 Desember 2025 / 13:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Presiden Prabowo Subianto menegaskan penertiban kawasan hutan dan pengembalian kerugian negara merupakan bentuk nyata keberpihakan negara kepada rakyat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan dan pengembalian uang negara senilai Rp 6,6 triliun di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu, 24 Desember 2025.

“Tidak boleh ada lagi kekayaan negara, terutama hutan, dikuasai oleh segelintir orang. Hutan adalah milik bangsa Indonesia dan harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Menurut Prabowo, penertiban kawasan hutan dan penegakan hukum di sektor sumber daya alam merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan negara sekaligus menjaga keadilan sosial. Ia menilai praktik penguasaan lahan ilegal selama bertahun-tahun telah merugikan negara dan merampas hak masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pemerintah menyerahkan dan menerima kembali uang negara senilai Rp 6.625.294.190.469,74. Dana tersebut berasal dari penagihan denda administratif penguasaan kawasan hutan serta penyelamatan keuangan negara dari penanganan perkara korupsi besar yang ditangani Kejaksaan Agung.

Prabowo menyebut pengembalian triliunan rupiah ke kas negara sebagai sinyal bahwa negara hadir dan tidak ragu menindak pelanggaran hukum. Ia meminta aparat penegak hukum bekerja tanpa pandang bulu dan menjadikan penertiban kawasan hutan sebagai agenda berkelanjutan.

“Saya minta ini tidak berhenti di seremoni. Negara harus konsisten. Siapa pun yang melanggar hukum dan merugikan negara, akan kita tindak,” ujar Prabowo.

Penyerahan uang dilakukan secara simbolis oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, disaksikan langsung oleh Presiden. Selain itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) juga menyerahkan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap V seluas 893.002,38 hektare.

Dalam kurun sepuluh bulan, Satgas PKH mencatat penguasaan kembali lahan perkebunan seluas 4,08 juta hektare, melampaui target lebih dari 400 persen, dengan nilai indikatif lahan yang ditertibkan diperkirakan mencapai Rp 150 triliun.

Baca Juga  Mendagri Bersama Sejumlah Menteri Pantau Kesiapan Ibadah Malam Natal 2025 di Jakarta

Presiden mengatakan lahan-lahan yang telah dikuasai kembali harus dikelola secara bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan nasional, baik untuk pemulihan lingkungan, konservasi, maupun penguatan ekonomi negara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kepala BPKP M. Yusuf Ateh, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. (bmg)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKetuk Hati Kepala Daerah, Mendagri Tito: Bantu Saudara Kita di Sumatera yang Kena Bencana
Next Article Purbaya: Dana Penertiban Hutan Senilai Rp 6,6 T Bisa Tekan Defisit APBN

Berita Lainnya

Pertamina Dukung Proyek PSEL Kertamantul, Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

17 Juli 2026 / 13:15 WIB

Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo Hasilkan 958 Kilogram, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Indramayu

16 Juli 2026 / 19:27 WIB

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan TJSL IDEAS 2026, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Maritim

13 Juli 2026 / 20:02 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Lestarikan Tenun Ikat dan Berdayakan Perempuan

08 Juli 2026 / 20:02 WIB

Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Pertamina Bantu UMKM Naik Kelas

08 Juli 2026 / 18:56 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Marc Marquez Ungkap Alasan Belum Teken Kontrak Baru di Ducati

Deba Salamah10 Maret 2026 / 04:46 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.