Teheran (Tutur.co.id) – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan militer yang menargetkan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Laporan tersebut disampaikan media pemerintah Iran, Press TV, yang mengutip pernyataan resmi IRGC pada Kamis (2/4).
Dalam keterangannya, IRGC menyebut telah menembakkan empat rudal jenis Ghadr ke kapal induk USS Abraham Lincoln. Selain itu, Iran juga diklaim meluncurkan serangan rudal balistik yang menyasar pertemuan rahasia teknisi penerbangan dan pilot tempur Amerika Serikat di dekat sebuah pangkalan di Uni Emirat Arab.
Tak hanya itu, sistem pertahanan udara Iran juga dilaporkan berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur yang disebut sebagai “pesawat utama musuh”. Pesawat tersebut diklaim jatuh di antara Pulau Qeshm dan Hengam di kawasan Teluk Persia.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen maupun pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim-klaim tersebut.
Eskalasi ini merupakan bagian dari rangkaian konflik yang terus meningkat sejak operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu yang menargetkan sejumlah wilayah di Iran. Serangan awal tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk tokoh penting Iran, serta menghancurkan sejumlah fasilitas sipil, termasuk sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan negara itu.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke berbagai target yang dikaitkan dengan kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Situasi di kawasan Teluk hingga kini masih diliputi ketidakpastian, dengan klaim dan serangan balasan yang terus terjadi di tengah belum adanya verifikasi independen atas sejumlah laporan dari kedua belah pihak.

