Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Rusia, China, dan Prancis Blokir Upaya AS Melalui DK PBB Militerisasi Selat Hormuz

Rusia, China, dan Prancis Blokir Upaya AS Melalui DK PBB Militerisasi Selat Hormuz

Internasional Deba Salamah04 April 2026 / 02:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sejak Iran diserang AS-Israel 28 Februari 2026, Selat Hormuz tertutup dan menyebabkan krisis energi khususnya minyak/bbm. Ilustrasi Suasana Selat Hormuz (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New York (Tutur.co.id) – Upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz melalui mekanisme internasional menghadapi jalan terjal. Rusia, China, dan Prancis dilaporkan menghalangi pengesahan resolusi Dewan Keamanan PBB yang berpotensi memberikan mandat penggunaan kekuatan untuk menjamin kebebasan navigasi di kawasan tersebut.

Mengutip laporan The New York Times yang bersandar pada sumber diplomatik dan pejabat senior PBB, draf resolusi itu memuat klausul penting yang memungkinkan negara anggota mengambil berbagai langkah, termasuk penggunaan kekuatan, untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas kapal internasional.

Usulan tersebut diajukan oleh Bahrain dan didukung sejumlah negara Teluk. Namun, setelah melalui perundingan tertutup selama berminggu-minggu, dokumen itu kini telah memasuki revisi keempat—menandakan masih tajamnya perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota.

Pemungutan suara resmi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, tetapi hasilnya masih belum dapat dipastikan. Dukungan dari tiga anggota tetap—Rusia, China, dan Prancis—menjadi faktor krusial, mengingat hak veto yang mereka miliki dapat menggagalkan resolusi tersebut.

Tak hanya di antara anggota tetap, sumber diplomatik juga mengungkapkan adanya perbedaan sikap di kalangan 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan, yang semakin memperumit peluang tercapainya konsensus.

Situasi ini berakar dari eskalasi konflik sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Ketegangan tersebut kemudian berdampak langsung pada Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan terhadap jalur ini memicu blokade de facto, menekan pasokan energi global, serta mendorong lonjakan harga di pasar internasional.

Baca Juga  Tak Ada Pilihan, Iran akan Melawan Sampai Peluru dan Tentara Terakhir
Amerika Serikat headline iran PBB Resolusi PBB selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIRGC Klaim Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln
Next Article Leclerc Ungkap PR Utama Ferrari di Awal Musim F1 2026

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Para Bulu Tangkis Indonesia Sabet 5 Emas di ASEAN Para Games 2025

Kristo Suryokusumo25 Januari 2026 / 11:15 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.