Jakarta (tutur.co.id)- Lebaran itu momen yang ditunggu-tunggu. Tapi anehnya, belum juga selesai hari pertama, badan sudah mulai kasih “kode”: pegal, ngantuk, bahkan ada yang langsung tumbang di hari kedua.
Padahal, silaturahmi masih panjang.
Kondisi ini ternyata bukan sekadar capek biasa. Perubahan pola tidur, aktivitas yang padat, dan ritme harian yang berubah drastis memang bisa memengaruhi kondisi tubuh secara nyata.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur saja sudah cukup menurunkan energi, fokus, bahkan daya tahan tubuh.
Salah satunya dipublikasikan dalam jurnal Sleep, yang menyebutkan bahwa pembatasan waktu tidur dapat berdampak pada penurunan performa kognitif dan meningkatnya rasa lelah di siang hari.
Supaya Lebaran tetap bisa dinikmati sampai akhir, kuncinya bukan cuma di makanan—tapi juga bagaimana kita mengatur energi dan istirahat.
Jangan Sepelekan Kurang Tidur Saat Malam Takbiran
Malam takbiran sering jadi momen begadang—entah karena persiapan, kumpul keluarga, atau sekadar menikmati suasana. Tapi kurang tidur di malam ini bisa berdampak langsung ke kondisi tubuh di hari pertama Lebaran.
Penelitian dari Journal of Clinical Sleep Medicine juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan tingkat energi secara keseluruhan.
Kalau memang tidur malam berkurang, coba “balas” dengan istirahat di siang hari, walau hanya 15–20 menit. Power nap singkat ini terbukti membantu meningkatkan kewaspadaan dan performa tubuh.
Atur Ritme Kunjungan, Nggak Harus Maraton
Silaturahmi memang penting, tapi bukan berarti semua harus diselesaikan dalam satu hari. Terlalu banyak kunjungan dalam waktu singkat justru bikin tubuh kelelahan.
Dalam studi tentang kelelahan (fatigue), aktivitas sosial yang padat tanpa jeda istirahat dapat mempercepat munculnya kelelahan fisik dan mental, terutama jika tubuh sudah dalam kondisi kurang tidur.
Tidak ada salahnya membagi jadwal kunjungan jadi beberapa hari. Lebaran bukan lomba cepat-cepatan, tapi soal kebersamaan yang tetap nyaman dijalani.
Dengarkan Sinyal Tubuh, Jangan Dipaksa
Kadang kita terlalu fokus “nggak enak nolak” sampai lupa sama kondisi sendiri. Padahal tubuh punya cara sendiri untuk memberi tanda—mulai dari rasa lelah, pusing, sampai mengantuk berlebihan.
Menurut penelitian di bidang kesehatan kerja dan kelelahan, mengabaikan sinyal tubuh justru bisa memperparah kondisi dan meningkatkan risiko kelelahan berkepanjangan.
Kalau sudah mulai terasa, ambil jeda. Duduk sebentar, tarik napas, atau sekadar minum air putih. Hal kecil ini bisa mencegah kondisi makin drop.
Sisipkan Waktu Tenang di Tengah Ramai
Lebaran identik dengan keramaian. Tapi justru di tengah itu, penting untuk punya momen tenang walau sebentar.
Penelitian menunjukkan bahwa istirahat singkat di sela aktivitas dapat membantu tubuh melakukan reset energi, termasuk menurunkan stres ringan dan meningkatkan kembali fokus.
Bisa dengan bangun sedikit lebih pagi sebelum aktivitas dimulai, atau menyisihkan waktu di sore hari untuk benar-benar rehat.
Ingat, Lebaran Itu Maraton, Bukan Sprint
Sering kali kita memperlakukan hari pertama Lebaran seperti harus “habis-habisan”. Padahal, momen ini berlangsung beberapa hari.
Mengatur energi sejak awal justru bikin kita bisa menikmati setiap momen tanpa harus mengorbankan kondisi tubuh.
Lebaran seharusnya jadi waktu yang menyenangkan, bukan melelahkan. Jadi, selain menyiapkan hidangan dan rencana kunjungan, jangan lupa satu hal penting: jaga energi, supaya kebahagiaan Lebaran bisa dirasakan sampai akhir.

