Jakarta (tutur.co.id) — Perusahaan pembiayaan gadai emas asal India, Muthoot FinCorp, dikabarkan tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan target dana hingga US$300 juta atau sekitar Rp5,1 triliun. Langkah ini dilakukan di tengah tingginya permintaan kredit berbasis emas di India.
Mengutip laporan Bloomberg, perusahaan yang berada di bawah Muthoot Pappachan Group ini sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah bankir untuk menunjuk penasihat IPO. Skema yang digunakan disebut akan berupa kombinasi penerbitan saham baru dan penjualan saham lama (offer for sale), dengan target melantai di bursa pada akhir 2026.
Lonjakan harga emas dan kebutuhan likuiditas jangka pendek masyarakat menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis gadai emas di India. Segmen ini bahkan menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat dalam sektor kredit ritel.
Namun demikian, rencana IPO tersebut datang di tengah kondisi pasar modal yang bergejolak. Tekanan pada indeks saham global membuat sejumlah perusahaan menunda aksi korporasi, termasuk PhonePe yang didukung Walmart.
Menanggapi kabar tersebut, pihak Muthoot FinCorp menyatakan belum secara resmi menunjuk penasihat investasi. Detail terkait valuasi dan waktu pelaksanaan IPO juga masih bersifat fleksibel.
Didirikan pada 1997, Muthoot FinCorp merupakan perusahaan keuangan non-bank (NBFC) yang fokus pada pinjaman dengan jaminan emas. Saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 3.700 cabang dan 23.000 karyawan di seluruh India.
Budaya kepemilikan emas yang kuat di India membuat bisnis gadai emas berkembang pesat. Dari yang dulunya dianggap sebagai opsi darurat, kini layanan ini menjadi solusi pembiayaan cepat yang semakin diminati, sekaligus memperkuat persaingan dengan Muthoot Finance Ltd di pasar.

