Jakarta (tutur.co.id)- Dalam rapat kerja komisi IX DPR di Jakarta Senin (19/1/2026), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi jumlah penduduk Indonesia yang mengalami masalah kejiwaan mencapai 28 juta orang.
Prediksi itu mengacu pada perhitungan dari panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, jumlah penduduk yang mengalami masalah kejiwaan di suatu negara dihitung dari satu per delapan atau satu per sepuluh dari total populasi.
Dikutip dari laman WHO, gangguan jiwa atau gangguan mental didefinisikan sebagai kondisi kesejahteraan mental yang memengaruhi seseorang dalam mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan, belajar dan bekerja dengan baik dan mampu berkontribusi dengan baik ke masyarakat. Kesehatan jiwa atau mental merupakan hak asasi manusia.
Apa saja faktor utama penyebab seseorang dapat mengalami gangguan jiwa atau mental?
Faktor Biologis
- Faktor genetik atau keturunan. Saat keluarga memiliki riwayat gangguan jiwa, maka risiko keturunan dengan gangguan jiwa makin tinggi.
- Cedera pada kepala, kelainan bawaan pada otak atau infeksi otak.
- Gangguan syaraf atau neurotransmitter di mana zat kimia pada otak tidak berfungsi secara normal.
Faktor Psikologis
- Trauma. Pengalaman traumatis pada seseorang seperti mengalami kekerasan, pelecehan, atau kehilangan seseorang dapat mendorong gangguan jiwa atau mental.
- Kondisi stres berkepanjangan, baik dari tekanan pekerjaan ataupun masalah keuangan.
- Depresi atau kecemasan. Perasaan rendah diri, merasa tidak berdaya.
Faktor Sosial atau Lingkungan
- Tekanan sosial seperti kondisi kemiskinan, diskriminasi, pengangguran menjadi pemicu munculnya gangguan jiwa atau mental.
- Kondisi isolasi, merasa kesepian dan tidak memiliki support system.
Gangguan jiwa atau mental timbul bukan hanya dari satu faktor penyebab, melainkan gabungan dari beberapa faktor risiko di atas yang saling bersinggungan.
Gangguan jiwa atau mental muncul sebagai mekanisme pertahanan diri yang tidak efektif saat individu rentan dari sisi biologis- mengalami pemicu stres dari lingkungan hingga terlampaui kapasitasnya.

