Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi permukiman warga yang berdiri di dekat bantaran rel kereta api Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Agenda blusukan Prabowo ini untuk mendengar langsung keluhan warga.
“Mendengar aspirasi masyarakat di sana, Insyallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat. Dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia,” kata Prabowo dari keterangan tertulis yang redaksi terima.
Hunian yang sangat padat dan tak layak itu hanya berjarak tiga kilometer dari pusat kota Jakarta. Prabowo tampak serius mendengarkan cerita warga. Di momen lain, Prabowo juga tak canggung untuk menepuk bahu warga yang menyalaminya.
Ada momen menegangkan saat Prabowo menyusuri rel kereta api. Saat Prabowo tengah dikerumuni ibu-ibu untuk berjabat tangan, di saat bersamaan kereta lewat. “Pak, kereta,” kata warga sambil mengajak orang No 1 di Indonesia itu menepi.
Belum pernah presiden blusukan ke bantaran rel kereta api Kawasan Senen
Kedatangan Presiden Prabowo ini memang mendapat respon positif dari warga. Salah satunya dari Ibu Seger, warga setempat. Ia mengaku sangat terharu atas kedatangan Prabowo ke lingkungan tempat tinggalnya.
“Saya seneng banget ya. Seumur-umur dari saya kecil tinggal di sini, belum pernah Presiden datang ke sini. Jadi pas datang ke sini rasanya seneng banget. Bapak sudah berikan aku rezeki,” ujar Ibu Seger.
Dia juga memanjatkan doa dan harapannya untuk Prabowo agar selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki.
“Mudah-mudahan Bapak Presiden bisa dikasih sehat dan dilimpahkan rezekinya. Bapak terima kasih, semoga Bapak diberi kesehatan, diberi rezekinya yang banyak,” ucapnya.
Warga yang tinggal di bantaran rel kereta, lanjut Ibu Seger, juga sangat berharap suatu saat dapat menempati hunian yang lebih layak, seperti rumah susun.
“Ya mungkin kalau saya yang sudah lama tinggal di sini, kalau ada yang mau nempatin kayak rumah susun ya saya mau, Pak. Mungkin saya sudah nggak tinggal di rel lagi,” katanya.
Ibu Seger menjelaskan bahwa keterbatasan ekonomi membuatnya sulit untuk menyewa tempat tinggal yang lebih layak.
“Karena saya pencahariannya ngamen. Jadi kalau buat kontrak saya nggak mampu, penghasilan pas-pasan. Kalau buat kontrak nggak bisa bayar, diusir sama yang punya kontrakan. Jadi saya tinggal di sini, saya pertahanin,” kata Prabowo.
Mengenakan kemeja biru dan bertopi krem, Prabowo menyusuri kawasan Senen, Jakarta Pusat tempat permukiman warga yang berdiri di dekat bantaran rel kereta api.
“Mendengar aspirasi masyarakat di sana, Insyallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat. Dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia,” pungkas Prabowo.

