Jakarta (Tutur.co.id) – Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, Kembali menyoroti hingar bingar wacana revisi UU KPK. Menurut Ray Rangkuti, isu ini memang sengaja dimunculkan untuk mengantisipasi wapres Gibran Rakabuming Raka tak masuk bursa paket Presiden Prabowo untuk periode kedua.
“Jokowi mulai langkah lain, membuat skenario kedua. Jaga-jaga bila memang akhirnya Prabowo tidak berkenan dengan Gibran sebagai satu paket menuju priode kedua. Hal ini juga tergambar dari pernyataan tanpa skenario dari Ahmad Ali, ketua harian PSI. Ali menyebut bisa jadi Gibran bakal menjadi pesaing Prabowo bila Prabowo tidak menyertakannya pada priode kedua,” kata Ray Rangkuti kepada redaksi Tutur.
Maka, lanjut Ray Rangkuti, Jokowi sekarang harus menjalankan scenario kedua, skenario Gibran tanpa Prabowo. Untuk itu dilakukan dua hal, pertama membangun citra tersendiri dari Gibran yang lepas dari bayang-bayang Prabowo. Dan kedua menguatkan PSI agar dapat lolos ke parlemen 2029 yang akan datang.
“Untuk langkah pertama dimulai dengan mencitrakan Gibran dan Jokowi sebagai orang yang peduli pada gerakan anti korupsi. Untuk itulah isu mengembalikan UU KPK sebelum revisi digerek,” kata Ray Rangkuti.
Selain itu, bersamaan juga dengan Gibran yang berbicara tentang RUU Perampasan Aset. “Citra anti korupsi ini sangat penting. Akan menjadi salah satu isu utama di pilpres 2029 yang akan datang,” pungkas Ray Rangkuti.

