Paris (Tutur.co.id) – Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, menilai tidak ada tim yang benar-benar difavoritkan dalam pertemuan melawan Liverpool pada perempat final Liga Champions. Meski PSG berstatus juara bertahan dan Liverpool tengah mengalami inkonsistensi, ia menegaskan laga akan berjalan terbuka.
“Ini Liverpool, tim besar dengan pemain hebat, apa pun bisa terjadi,” ujar Vitinha, seperti dikutip dari laman resmi klub, Rabu (8/4/2026).
Pertandingan leg pertama akan digelar di Parc des Princes pada Kamis pukul 02.00 WIB, sementara leg kedua dijadwalkan berlangsung di Anfield pada Rabu pekan depan di jam yang sama. Vitinha menegaskan bahwa PSG tetap mengusung ambisi penuh untuk meraih kemenangan.
“Satu hal yang pasti, kami akan bermain untuk menang, karena itu yang selalu kami inginkan,” ucap gelandang asal Portugal tersebut.
Pertemuan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi kedua tim di Liga Champions, setelah musim lalu saling berhadapan di babak 16 besar. Kala itu, PSG sempat kalah 0-1 di leg pertama, sebelum membalas dengan kemenangan identik di Anfield dan akhirnya lolos lewat adu penalti. Namun, Vitinha menilai kondisi musim ini sudah jauh berbeda.
“Banyak hal berubah dalam setahun, jadi musim ini akan sangat berbeda,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan suporter di kandang pada leg pertama. Menurutnya, atmosfer Parc des Princes akan menjadi faktor tambahan yang memberi energi bagi tim.
“Mereka mendorong kami dan memberi kami motivasi lebih. Saya tidak perlu meminta mereka untuk mendukung sepenuh hati, karena saya tahu mereka akan melakukannya,” ujar Vitinha.
Dari sisi persiapan, PSG memiliki keuntungan waktu istirahat yang lebih panjang. Laga mereka melawan RC Lens di Liga Prancis yang semula dijadwalkan akhir pekan ini telah diundur ke 13 Mei, setelah permintaan klub dikabulkan demi fokus ke Liga Champions.
Sementara itu, Liverpool harus membagi fokus. Sebelum menjalani leg kedua di Anfield, tim asuhan Arne Slot dijadwalkan menghadapi Fulham dalam lanjutan liga pada akhir pekan mendatang.

