Jakarta (Tutur.co.id) –Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung Presiden Prabowo Subianto menjadi juru damai dalam perang Amerika Serikat (AS)-Iran yang kini memengaruhi kondisi politik dunia. Namun demikian, MUI minta RI harus memperhatikan politik bebas aktif.
“Kami mendukung upaya Presiden menjadi juru damai, karena dalam Islam, mendamaikan pihak yang bertikai adalah perbuatan yang tinggi nilainya. Namun, tetap memperhatikan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta menjaga keamanan dan kepentingan dalam negeri,” kata Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Cholil Nafis juga menegaskan konstitusi Indonesia mengamanatkan untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. Oleh karena itu, kata dia, langkah Presiden Prabowo yang ingin berperan sebagai juru damai perlu didukung.
“Kita dukung sepenuhnya, tanpa pesimis, sambil tetap realistis terhadap kapasitas dan koridor diplomasi yang ada,” ujar dia.
Terkait dengan eskalasi konflik yang semakin memanas, MUI menegaskan seluruh masyarakat tentu menginginkan dunia yang damai.
Oleh karena itu, Cholil mengutuk penyerangan terhadap Iran, namun juga berpesan agar respons serangan tidak melampaui batas, terutama hingga mengganggu negara tetangga atau dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah.
“Konflik tidak boleh berkembang menjadi konflik kawasan atau memicu konflik dunia. Serangan balasan hendaknya tidak meluas di luar sasaran militer yang terlibat,” katanya.

