Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Bappenas: Perempuan Harus Jadi Co-Creator, Bukan Objek Pembangunan Semata

Bappenas: Perempuan Harus Jadi Co-Creator, Bukan Objek Pembangunan Semata

Finance Gusti Tetiro08 April 2026 / 21:40 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tangkapan layar - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menghadiri “Dialog Nasional dan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif” di Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan bahwa perempuan berperan penting sebagai mitra kerja sama (co-creator) dalam pembangunan nasional.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam “Dialog Nasional dan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif” di Jakarta, Rabu, yang digelar untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu.

Ia mengatakan, pemerintah telah menempatkan kepemimpinan perempuan sebagai bagian dari transformasi pembangunan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.

“Transformasi terjadi ketika kita berani mengubah cara berpikir, berani keluar dari pendekatan top-down yang sempit, berani mengakui bahwa solusi tidak selalu datang dari pusat, dan berani menempatkan perempuan sebagai co-creator pembangunan dan bukan hanya sekedar objek (pembangunan),” ujar Febrian, seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, ketahanan nasional sesungguhnya bukan dibangun dari atas (top-down), melainkan berawal dari bawah, yakni keluarga, yang hampir selalu bertumpu pada perempuan.

Ia menyoroti adanya paradoks ketika perempuan menjadi tulang punggung saat krisis, tapi tidak menjadi pusat dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut, menurut dia, tidak hanya menunjukkan ketimpangan sosial, tapi juga kelemahan struktural dalam pembangunan.

“Perempuan adalah yang paling terdampak (saat krisis), tapi seringkali paling tidak didengar. Ketika kebijakan dibuat tanpa perspektif perempuan, maka kebijakan itu akan kehilangan separuh dari realitas. Dan kebijakan yang hilang separuh realitasnya, tentunya akan gagal menjawab krisis secara utuh,” kata Febrian.

Ia pun menegaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah agenda tambahan dalam program pemerintah, tapi merupakan prasyarat keberhasilan pembangunan nasional.

Hal tersebut, lanjut dia, karena peran penting perempuan sebagai pengelola ekonomi keluarga, penjaga stabilitas sosial, penghubung komunitas, serta aktor utama dalam merespons krisis.

Baca Juga  Profil Filianingsih Hendarta, Pejabat Tinggi Paling Tajir di Bank Indonesia

Febrian menyatakan, tantangan di masa mendatang, seperti perubahan iklim, bencana, dan ketidakpastian global, akan menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, pendekatan lama yang bersifat top-down dan mengesampingkan peran perempuan tidak akan membangun resiliensi, tapi justru menimbulkan kerentanan.

“Ketika perempuan tidak berada di meja pengambilan keputusan, yang hilang bukan hanya suara, yang hilang adalah efektivitas kebijakan,” tuturnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk mengubah perspektif terhadap pembangunan resiliensi nasional dengan memastikan bahwa perempuan tidak lagi berada di pinggir proses pengambilan kebijakan, tapi terlibat langsung di pusatnya.

“Mari kita ubah cara kita melihat pembangunan, bukan lagi program apa yang kita berikan kepada perempuan, tapi bagaimana kita membangun bersama perempuan sebagai pemimpin, sebagai pengambil keputusan, dan sebagai penggerak perubahan,” imbuh Febrian Alphyanto Ruddyard.

Bappenas headline kesetaraan gender perempuan dalam pembangunan RPJMN 2025-2029
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Kasus Ijazah Palsu, Jusuf Kalla Beri Saran Untuk Jokowi
Next Article Vitinha Menolak PSG Menjadi Unggulan Saat Melawan Liverpool

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Menkeu Purbaya Sebut Strategi Fiskal Ekspansif Dorong “Indonesia Emas”

Kristo Suryokusumo15 Februari 2026 / 21:30 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.