Jakarta (tutur.co.id) – Komisi III DPR RI menyoroti kasus yang menjerat videografer Amsal Christy Sitepu terkait dugaan mark up anggaran dalam proyek video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Amsal menyampaikan kekecewaannya terhadap proses hukum yang menjerat dirinya.
Dengan suara bergetar, Amsal mempertanyakan keputusan yang berujung pada penahanannya. Ia menilai seharusnya proyek tersebut bisa saja ditolak sejak awal apabila dianggap terlalu mahal. “Kalau memang harganya kemahalan kenapa tidak ditolak saja? Tidak perlu saya dipenjarakan,” ujarnya dalam rapat tersebut, sambil berharap ada keadilan dalam penanganan kasus yang dihadapinya.
