Washington D.C. (tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung perayaan pekan suci (Holy Week) saat menyampaikan pidato mengenai makna keagamaan bagi umat Kristen. Ia mengingatkan bahwa selama pekan suci tersebut, umat Kristen mengenang peristiwa sekitar dua ribu tahun lalu ketika Yesus Kristus memasuki Yerusalem pada Minggu Palma dan disambut masyarakat yang memuji serta menghormatinya sebagai raja.
Dalam pidatonya, Trump juga melontarkan komentar bernada humor terkait sebutan “raja” yang kadang diarahkan kepadanya. Ia mengatakan bahwa jika dirinya benar-benar seorang raja, berbagai kebijakan bisa dijalankan lebih cepat. Pernyataan tersebut muncul di tengah kritik dari oposisi dan sebagian publik terkait kewenangan presiden, terutama setelah kebijakan luar negeri dan konflik dengan Iran memicu demonstrasi di sejumlah kota Amerika Serikat melalui gerakan “No Kings”.
