Jakarta (Tutur.co.id) – Tiga lembaga survei di Indonesia memaparkan hasil jejak pendapat masyarakat Indonesia terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dan lebih dari 83 persen sangat tidak setuju dengan operasi militer AS dan Israel itu.
Hal ini disampaikan Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam pemaparan yang digelar di Hotel Sari Pacific, Jakarta pada Kamis 2 April 2026.
“83 persen menyatakan tidak setuju Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran denga alasan apapun. Sementara responden yang memilih sangat setuju terpaut jauh hanya 0,2 persen. Begitu pula yang menyatakan setuju di angka 4,7 persen,” kata peneliti Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
Dari hasil survei yang dilakukan dari tanggal 12 hingga 31 Maret 2026 dan melibatkan sebanyak 1.066 responden yang berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah itu juga didapatkan hasil bahwa mayoritas warga di angka 68,8% menyatakan tidak ingin meyakinkan orang lain bahwa Amerika dan Israel berada di pihak yang benar dalam perang kontra Iran.
Selain itu, mayoritas warga yakni sebanyak 74.4%, menyatakan tidak ingin/sangat tidak ingin menjadi relawan untuk membantu tim kesehatan tentara-tentara Amerika-Israel yang sedang berperang melawan Iran.
Kesimpulannya, secara keseluruhan serangan Amerika-Israel terhadap Iran tidak dapat legitimasi dari public Indonesia. Aspirasi public ini penting didengar oleh Pemerintah Indonesia khususnya dalam memberikan respon luar negeri atas perang yang sedang terjadi antara Amerika-Israel dan Iran.

