Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto menilai sikap keras kepala dalam situasi tertentu dapat menjadi bentuk keteguhan dalam mempertahankan prinsip. Hal itu ia sampaikan saat menanggapi anggapan yang kerap menyebut dirinya sebagai sosok pengkritik yang keras kepala. Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung keteguhan rakyat Iran yang disebutnya tetap bertahan di tengah tekanan dan ancaman.
Prabowo mengaitkan hal tersebut dengan sejarah perjuangan para pendiri bangsa Indonesia yang gigih melawan penjajahan. Meski demikian, ia menegaskan tidak bermaksud mencampuri urusan politik dalam negeri negara lain, termasuk terkait situasi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia juga menekankan pentingnya menghadapi kritik dengan sikap tenang, bijak, dan penuh pertimbangan.
