Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi global sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi dunia. Melalui penerbitan global bond senilai sekitar 2 hingga 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS), pemerintah berharap dapat menambah pasokan valuta asing di pasar domestik sekaligus menopang penguatan rupiah.
Dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Purbaya juga mengimbau pelaku pasar yang masih menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan melepas kepemilikannya. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik global yang turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
