Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara mengenai kabar Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang diusulkan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Ia menjelaskan, proses tersebut bermula dari pengunduran diri salah satu Deputi Gubernur BI.
“Itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur Bank Indonesia,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Sesuai ketentuan, jabatan yang ditinggalkan harus segera diisi melalui mekanisme yang berlaku.
Prasetyo menambahkan, Presiden telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI untuk proses fit and proper test. Ia membenarkan bahwa salah satu nama yang diusulkan adalah Thomas Djiwandono, meski terdapat beberapa nama lain dalam daftar.
