Jakarta (tutur.co.id) – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis rekaman yang mengklaim telah menembak jatuh jet tempur Boeing F/A-18 Super Hornet milik Amerika Serikat di atas Samudra Hindia pada Rabu (25/3/2026). Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
Keaslian, lokasi, dan waktu rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut pesawat tempur itu terkena rudal dari sistem pertahanan udara Angkatan Laut mereka. Sementara itu, Pusat Komando AS (CENTCOM) melalui unggahan di platform X menegaskan bahwa Iran tidak menembak jatuh pesawat tempur mereka.
