Jakarta (tutur.co.id) – Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terpantau tersendat pada Kamis (14/5/2026) waktu setempat, di tengah pembatasan navigasi yang diberlakukan Iran dan blokade pelabuhan yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Rekaman menampilkan sejumlah kapal kargo dan tanker minyak berhenti di perairan, menunggu izin melintas. Televisi pemerintah Iran melaporkan sekitar 30 kapal telah diizinkan melewati selat tersebut sejak Rabu (13/5/2026) malam.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan jalur pelayaran tetap dibuka untuk kapal komersial selama mematuhi koordinasi dengan angkatan laut Iran. Situasi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan usai Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran terkait proposal penghentian perang dan kembali mengancam operasi militer. Sementara itu, NATO mengumumkan dukungan internasional untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka, termasuk pengerahan kapal penyapu ranjau oleh beberapa negara sekutu di kawasan.
