Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Komisi IX DPR Pertimbangkan Usulan Buruh soal RUU Ketenagakerjaan Jadi UU Baru

Komisi IX DPR Pertimbangkan Usulan Buruh soal RUU Ketenagakerjaan Jadi UU Baru

Hukum Toto Pribadi15 Mei 2026 / 16:13 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2026 di Monas Jakarta (Foto: Tutur/Ahmad Nuryaman)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyebut RUU Ketenagakerjaan ditargetkan akan rampung sebelum Oktober. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta UU Ketenagakerjaan terpisah dari UU Cipta Kerja.

Menurut Nihayatul, DPR saat ini sedang membahas aspirasi dari para pekerja (buruh) yang dapat dimasukkan dalam aturan tersebut. Hingga saat ini memang belum ada kesepakatan poin-poin mana yang diubah dan dipertahankan.

“Aspirasi dari teman-teman pekerja ini menjadi undang-undang baru tapi kalau di MK kan ada beberapa poin yang dimandatkan. Kalau teman-teman pekerja ya ini semuanya diunah. Nah ini yang masih harus kami dalami sebelum diputuskan,” kata Nihayatul di kantor DPP PKB, Jumat 15 Mei 2026.

DPR rencananya akan membahas dan memanggil sejumlah pihak terkait untuk pembahasan mendalam RUU Ketenagakerjaan ini. Namun yang pasti belum ada target pembahasan akan selesai pada masa sidang kali ini.

“Kami juga akan memanggil perwakilan dari Apindo, karena Apindo ini kan kami mau spesifik di beberapa bidang. Setiap bidang pengusaha ini pasti punya aspirasi yang berbeda juga, dan kami juga akan memanggil perwakilan dari asosiasi pekerja. Agustus nanti ditargetkan sudah mulai ada pembahasan,” terang Nihayatul.

Sebagai informasi, MK memandang pemerintah dan DPR perlu membuat Undang-Undang Ketenagakerjaan baru. UU baru itu diminta terpisah dari UU Cipta Kerja yang telah dibentuk pada 2023.

Hal itu disampaikan MK dalam sidang pembacaan putusan perkara Nomor 168/PUU-XXI/2023 tentang uji materi Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis (31/10/2024). Salah satu penggugat dalam perkara ini ialah Partai Buruh.

“Menurut Mahkamah, pembentuk undang-undang segera membentuk undang-undang ketenagakerjaan yang baru dan memisahkan atau mengeluarkan dari yang diatur dalam UU 6/2023,” bunyi putusan MK.

Baca Juga  Video: Data BPJS Semrawut, PDIP: Kemarahan Publik Itu Wajar, Pemerintah Saja Gak Sinkron!

Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera menyelesaikan RUU tersebut. Ia mendesak UU ini akan dituntaskan tahun ini.

aspirasi buruh Buruh Komisi IX DPR RI RUU Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Iran Batasi Pelayaran, Kapal dan Tanker Antre di Selat Hormuz
Next Article Indef: Belanja Pemerintah Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi RI pada Kuartal I-2026

Berita Lainnya

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kisah Penuh Kepahitan Iran di Piala Dunia 2026

Deba Salamah28 Juni 2026 / 21:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.