Tel Aviv (tutur.co.id) – Dua mantan Perdana Menteri Israel menggabungkan kekuatan untuk menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dua mantan PM Israel yang dimaksud adalah Naftali Bennett dan Yair Lapid yang telah sepakat akan melawan Netanyahu dalam pemilu akhir tahun ini dengan menggabungkan kekuatan partai mereka.
Dengan bergabungnya Bennett yang mewakili partai berideologi sayap kanan dan Lapid yang merepresentasikan partai berideologi tengah, tentu membuat langkah Netanyahu untuk mempertahankan posisinya semakin sulit terwujud. Terlebih dengan banyaknya tekanan di dalam Israel yang tampak kecewa dengan langkah-langkah Netanyahu.
“Gerakan ini adalah langkah menyatukan blok, mengakhiri perpecahan dan fokus untuk memenangkan pemilu nanti dan memimpin Israel untuk melangkah maju,” kata Lapid dilansir dari The Times Live, Senin 27 April 2026.
Bergabungnya dua kekuatan partai oposisi ini juga secara resmi telah diumumkan pada Minggu 26 April 2026 lalu dengan slogan Bennett 2026 dan There is a Future.
Kantor Bennett juga telah menyatakan partai gabungan ini akan memilih nama ‘Together’ atau ‘Bersama’ dengan Bennett akan didaulat menjadi pemimpin partai.
“Saya dengan senang hati mengumumkan malam ini, bersama dengan teman saya Yair Lapid, saya mengambil langkah paling Zionis dan patriotik yang pernah kami lakukan untuk negara iini,” tegas Bennett.

