Jakarta (tutur.co.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Januari 2026 melonjak hingga 3,55 persen. Kenaikan ini dipicu oleh low base effect setelah berakhirnya stimulus diskon tarif listrik yang diberlakukan pada tahun sebelumnya.
BPS memperkirakan tekanan inflasi akibat faktor tersebut masih berlanjut hingga Februari 2026. Meski demikian, BPS menegaskan lonjakan ini bersifat sementara dan tidak akan memengaruhi tren inflasi pada bulan-bulan berikutnya.
