Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Masih Koreksi karena Tekanan Isu MSCI, Investor “Wait and See”

IHSG Masih Koreksi karena Tekanan Isu MSCI, Investor “Wait and See”

Market Toto Pribadi02 Februari 2026 / 17:26 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. (Foto: Dok MNC Sekuritas)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (2/2/2026) dinilai masih berada dalam fase rawan koreksi. Tekanan datang dari kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menunggu kepastian arah.

Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut secara teknikal IHSG memang belum sepenuhnya keluar dari zona risiko. “Kami mencermati pergerakan IHSG sebetulnya masih rawan terkoreksi seperti yang kami sampaikan pada report teknikal pagi ini,” ujarnya kepada redaksi Tutur.

Dari sisi sentimen, Herditya menilai pasar saat ini masih berada dalam mode “wait and see”, terutama menantikan hasil pertemuan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI. Pertemuan tersebut menjadi krusial karena menyangkut ketentuan transparansi data free float, yang selama ini menjadi sorotan investor institusi global.

“Dari sisi sentimen, nampaknya pasar masih cenderung wait and see akan pertemuan BEI dengan MSCI terkait ketentuan transparansi data free float,” jelas Herditya.

Isu ini dinilai sensitif karena berpotensi memengaruhi persepsi MSCI terhadap kualitas pasar modal Indonesia, termasuk dalam konteks keberlanjutan status di indeks global.

Selain faktor kebijakan, tekanan juga datang dari pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar. Herditya mencatat emiten-emiten konglomerasi masih menjadi beban IHSG, seiring aksi profit taking dan minimnya katalis positif jangka pendek.

Tak hanya itu, saham-saham berbasis emas (gold related) juga ikut tertekan. Koreksi harga emas dunia dalam beberapa waktu terakhir membuat ruang penguatan sektor ini menjadi terbatas.

“Di sisi lain juga dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi dan juga emiten gold related dimana harga emas dunia yang terkoreksi,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Herditya menyarankan pelaku pasar tetap mencermati level teknikal IHSG dan selektif dalam memilih saham. Selama sentimen MSCI dan pergerakan harga komoditas global belum menunjukkan perbaikan signifikan, volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan IHSG dalam waktu dekat.

Baca Juga  Sentimen MSCI Tekan Pasar, IHSG Ambles 7,34% ke Level 8.321

Sebagai catatan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok pada perdagangan Senin (2/2/2026). IHSG mengalami pelemahan sebesar 406,875 poin atau 4,88% ke posisi 7.922,731 dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya.

Pergerakan indeks sepanjang hari perdagangan menunjukkan dominasi tekanan jual sejak pembukaan pasar pada pagi hingga sesi penutupan. IHSG turun di bawah level psikologis 8.000, menandai koreksi tajam di pasar modal domestik.

Pada sesi penutupan, data perdagangan mencatat 720 saham turun, hanya 58 saham yang menguat, dan 36 saham bergerak stagnan. Total frekuensi transaksi saham mencapai lebih dari 2,9 juta kali, dengan volume perdagangan mencapai puluhan miliar lembar saham, serta nilai transaksi yang tercatat mencapai puluhan triliun rupiah.

bursa efek indonesia IHSG Saham
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRakornas 2026, Mendagri: Optimalkan Capaian Program Prioritas Presiden Prabowo
Next Article Video: Inflasi Tahunan Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, BPS Ungkap Penyebabnya

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Brasil Bangkit! Haiti Jadi Korban Perdana Goyangan Samba

Deba Salamah20 Juni 2026 / 09:56 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.