Washington DC (tutur.co.id) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan penunjukan Indonesia sebagai wakil komandan (deputy commander) dalam International Stabilization Force (ISF) merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap reputasi dan rekam jejak militer Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian. Menurutnya, posisi tersebut diberikan setelah Indonesia menerima undangan langsung dari Amerika Serikat selaku force commander. Dalam struktur ISF, komandan dipegang AS dengan tiga deputy commander, termasuk bidang operasi yang ditawarkan kepada Indonesia.
Menurutnya, Indonesia dinilai layak menduduki posisi tersebut karena berencana mengirim hingga 8.000 personel dari total sekitar 20.000 pasukan gabungan. Ia menegaskan kontribusi Indonesia difokuskan pada perlindungan masyarakat sipil dan dukungan kemanusiaan, bukan operasi tempur.
