Jakarta (tutur.co.id) – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai konflik yang terjadi saat ini tidak lagi terbatas pada Israel dan Amerika Serikat melawan Iran. Ia menyebut eskalasi telah meluas dengan keterlibatan pihak lain yang ikut “nimbrung melibatkan diri” dalam pusaran ketegangan di Timur Tengah.
SBY juga mengingatkan risiko yang lebih besar jika anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) ikut terlibat langsung. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menyeret negara-negara besar seperti Rusia, Tiongkok, hingga Korea Utara. Ia menyebut kondisi ini sebagai “very-very dangerous” dan mengkhawatirkan Timur Tengah menjadi flash point perang yang lebih luas.
