Abu Dhabi (Tutur.co.id)— Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengonfirmasi bahwa jet tempur Rafale milik Prancis kini menjalankan operasi pengamanan udara di atas wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dan eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan, termasuk negara-negara Teluk. Serangan tersebut merupakan respons atas operasi militer yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurut pemerintah Prancis, pengerahan jet tempur Rafale itu bertujuan untuk memperkuat sistem pertahanan udara dan melindungi wilayah udara UEA serta fasilitas militer Prancis yang berada di negara tersebut.
Prancis diketahui memiliki pangkalan militer dan personel yang ditempatkan di UEA sebagai bagian dari kerja sama keamanan dengan negara Teluk tersebut.
Operasi pengamanan udara ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan terhadap kemungkinan serangan rudal atau drone yang dapat mengancam stabilitas kawasan.
Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan kekhawatiran internasional karena berpotensi memperluas perang ke wilayah Timur Tengah yang lebih luas.
Sejumlah negara Barat, termasuk Prancis, meningkatkan kesiapan militer di kawasan guna melindungi kepentingan strategis dan sekutunya. Situasi keamanan di kawasan Teluk kini menjadi perhatian global, terutama karena wilayah tersebut merupakan jalur penting perdagangan energi dunia.

