Jakarta (tutur.co.id) – Prabowo Subianto kembali menanggapi isu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan menyebut dampaknya tidak terlalu dirasakan masyarakat desa. Dalam pernyataannya, Prabowo menilai kekhawatiran terhadap kurs lebih banyak dirasakan kalangan yang sering bepergian ke luar negeri, bukan masyarakat yang aktivitas ekonominya berlangsung di dalam negeri.
Saat menyampaikan sambutan, Prabowo juga sempat berkelakar dengan menyebut nama Titiek Soeharto sebagai pihak yang mungkin ikut memikirkan fluktuasi dolar. Candaan tersebut disambut tawa hadirin. Pernyataan itu menjadi bagian dari pesan Prabowo bahwa kondisi ekonomi nasional, khususnya kebutuhan dasar masyarakat, tetap terjaga di tengah dinamika nilai tukar global.
